Pemkot Surakarta Akui Sulit Larang Perdagangan Daging Anjing, Ini Sebabnya

Kompas.com - 10/05/2019, 07:35 WIB
Animal Friends Jogja (AFJ) mewakili Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) melakukan audiensi terkait pelarangan perdagangan daging anjing bersama Pemkot Surakarta di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIAnimal Friends Jogja (AFJ) mewakili Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) melakukan audiensi terkait pelarangan perdagangan daging anjing bersama Pemkot Surakarta di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengakui kesulitan melarang perdagangan daging anjing di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Pasalnya, saat ini tidak ada regulasi yang mengatur pelarangan perdagangan daging anjing tersebut.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Satpol PP Kota Surakarta, Arif Darmawan dalam audiensi bersama Animal Friends Jogja (AFJ) mewakili Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2019).

"Ketika kita tidak ada aturan yang memberikan kewenangan kepada kami untuk melarang perdagangan daging anjing, itu yang tidak bisa kami lakukan," kata Arif. 

Baca juga: Kampanye Tolak Perdagangan Daging Anjing di Solo

Arif mengatakan, banyak pihak yang menginginkan Solo bebas dari perdagangan daging anjing.

Namun, kewenangan birokrasi terbatas karena tidak ada regulasi di atasnya yang mengatur tentang larangan perdagangan daging anjing.

Arif mengungkap pihaknya beberapa kali menangani laporan masyarakat tentang anjing liar yang mengganggu di wilayahnya.

Anjing tersebut kemudian ia tangkap dan dibawa ke kantor Satpol PP. Bahkan, pihaknya telah melakukan identifikasi, hanya saja tidak ada aturan hukum untuk melarang keberadaan anjing tersebut.

Baca juga: Tolong Larang Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

"Kalau kami melarang harus dengan regulasi apa. Dan kami tidak bisa melarang Anda mendatangkan binatang itu (anjing)," katanya.

Terkait keberadaan warung penjual daging anjing di Solo, Arif mengaku memiliki data jumlah warung, bahkan juga memiliki data pelanggan yang membeli daging anjing di Solo.

"Kami sepakat dengan teman-teman dari AFJ melarang perdagangan daging anjing. Artinya, kalau memang ada regulasi melarang perdagangan daging anjing kita siap menindaknya," kata Arif.

Bukan hewan ternak

Anjing-anjing di tempat penjagalan yang tidak higienis.Dog Meat Free Indonesia Anjing-anjing di tempat penjagalan yang tidak higienis.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta, Weny Ekayanti mengatakan bukan kewenangannya melarang perdagangan daging anjing di Solo. Pasalnya, anjing bukan hewan ternak.

"Anjing bukan hewan konsumsi. Tapi untuk membuat pelarangan perdagangan itu bukan dari kami arahannya," jelas dia.

Meski demikian, pihaknya selalu melakukan pengawasan dan pencegahan agar kasus rabies tidak muncul di Solo.

Pengawasan itu salah satunya dengan memberikan vaksin terhadap anjing, baik yang ada di rumahan maupun yang didatangkan ke Solo.

Baca juga: Desa di Bali Ini Terbitkan Perdes Untuk Cegah Peredaran Daging Anjing

Daging anjing dari Sukabumi

Perwakilan DMFI Solo Mustika mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan sejak 2013 sampai sekarang daging anjing yang dijual di Solo sebagian besar dipasok dari luar Solo, salah satunya dari Sukabumi.

Anjing dari Sukabumi tersebut didrop ke beberapa tempat di Solo yang jauh dari keramaian.

"Pengiriman dari kota mana sampai di kota mana kita ikutin. Kita punya dokumennya juga. Yang dari Sukabumi sampai Jawa Tengah. Dan sampai di Jateng (anjing) itu dimasukkan di mana dulu, dibagikan di mana dulu kita semua ada buktinya," kata dia.

Dirinya juga membeberkan di Solo ada sebanyak 82 warung yang secara terang-terangan menjual daging anjing. Setiap warung bisa memotong sedikitnya lima ekor anjing untuk dijual.

Baca juga: Koalisi Dog-Meat Free Indonesia Kampanye Melawan Bisnis Daging Anjing di Solo

"Kalau ada 82 warung penjual daging anjing sudah berapa anjing yang dipotong setiap harinya," kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera mengambil sikap untuk menghentikan perdagangan daging anjing di Solo. Karena penjualan daging anjing di Solo sudah masuk kategori mengkhawatirkan.

"Di sini (Solo) pengiriman, penjagalan dan penjualan ada di sini. Dan bahkan anjing-anjing yang dipotong mereka kirim dalam bentuk daging olahan ke Jogja, Sragen, Klaten, dan lainnya. Karena hasil penyelidikan kami ada 13.700 anjing yang dikonsumsi," ungkapnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X