Keluar dari Lapas Sukamiskin, Mantan Bupati Bogor Ingatkan Para Pejabat Tak Ikuti Jejaknya

Kompas.com - 08/05/2019, 21:09 WIB
Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Sujud Syukur ketika keluar dari pintu Lapas Sukamiskin Bandung. KOMPAS.com/AGIEPERMADIMantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Sujud Syukur ketika keluar dari pintu Lapas Sukamiskin Bandung.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin mengingatkan kepada para pejabat dilingkungan Kabupaten Bogor khususnya Bupati Bogor Ade Yasin, agar tidak melanggar hukum seperti yang pernah dia lakukan.

"Saya mengingatkan supaya jangan sampai tergelincir ke dalam lubang yang dulu pernah saya alami," katanya kepada Kompas.com saat ditemui di kediamannya di Dramaga Tanjakan RT 03/05, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019) petang.

Baca juga: Keluar dari Lapas Sukamiskin, Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Sujud Syukur

 

Rachmat baru keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, setelah menjalani masa tahanan selama 5 tahun 6 bulan terkait kasus suap.

Rachmat bisa keluar dari lapas setelah mengajukan cuti menjelang bebas (CMB).

Rachmat mengatakan, akan memenuhi semua larangan yang tidak boleh dilakukan selama CMB.

"Larangan khususnya cuma satu, jangan melanggar hukum (berbuat baik). Kalau hukum itukan normatif," katanya.

Baca juga: Di Dapil Neraka, Istri Mantan Bupati Bogor Bersaing dengan Fadli Zon hingga Primus Yustisio

Selama CMB, lanjut Yasin, dirinya dikenakan wajib lapor ke Kantor Balai Pemasyarakatan atau Bapas Bogor. Kemudian harus kembali ke lapas setelah masa cuti itu habis untuk mengurus administrasi pembebasan.

Seperti diketahui, Rachmat Yasin ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Luas kawasan hutan tersebut mencapai 2.754 hektar.

Rachmat Yasin divonis 5 tahun 6 bulan penjara karena terbuki terlibat dalam suap tukar menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri sebesar Rp 4,5 miliar.

Yasin dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 (a) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diajak Wikwik Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak Wikwik Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Regional
Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Regional
'Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah'

"Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah"

Regional
11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

Regional
9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Juli 2020

Regional
Tersangka Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Jadi 20 Orang

Tersangka Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Jadi 20 Orang

Regional
Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Regional
Komisi IV DPR Setuju Baduy Ditutup dari Peta Wisata, Ini Alasannya...

Komisi IV DPR Setuju Baduy Ditutup dari Peta Wisata, Ini Alasannya...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X