Upaya KPU Mengatasi PPD Bermasalah di Papua, Jemput Paksa Hingga Ambil Alih Tugas

Kompas.com - 08/05/2019, 16:07 WIB
Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay KOMPAS.com/Dhias SuwandiKetua KPU Papua, Theodorus Kossay

JAYAPURA, KOMPAS.com - Hingga Rabu (8/05/2019) sore, baru enam kabupaten di Provinsi Papua yang telah menyelesaikan tahapan pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 di tingkat provinsi.

Dari 23 kabupaten/kota yang belum pleno di tingkat tersebut, sebagian besar masih menggelar rekapitulasi tingkat kabupaten/kota.

Sumber permasalahan pun mulai dikemukakan oleh pihak penyelenggara pemilu, yaitu pada sisi Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panwas Distrik.

Banyak penyelenggara ditingkat tersebut diduga kuat tidak dalam posisi netral dan cendrung ingin merubah hasil suara dari TPS.

Baca juga: Petugas PPD Menghilang, Pleno KPU Intan Jaya Papua Diwarnai Bentrok Massa

Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay mengakui, tidak sedikit laporan yang masuk mengenai kinerja PPD, bahkan di Kota Jayapura pun oknum ditingkatan tersebut ditengarai memiliki kepentingan pribadi.

Petugas PPD dan Panwas Distrik banyak menghilangkan diri dari tempat kerjanya, bahkan masih ada yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Jayawijaya itu dibeberapa distrik dijemput oleh aparat, lalu Lanny Jaya PPD-nya rekap di hotel di Jayawijaya, lima PPD itu lalu ditangkap dan kembali lagi ke Lanny Jaya. Mereka menghindar karena ada perubahan," ungkapnya, di Kota Jayapura, Rabu.

"Di Intan Jaya masih menghilang, ada informasi ada yang ke Timika ada yang ke Nabire, ada dimana belum diketahui pasti," sambungnya.

Baca juga: Dua PPD di Intan Jaya Papua Masih Menghilang, Bentrok Nyaris Terjadi

Solusi untuk mengatasi masalah petugas PPD yang menghilang adalah dengan mengimbau KPUD untuk mengambil alih tugas menjalankan pleno tingkat distrik.

"Itu sudah pasti, tapi kita belum dapat pasti tentang PPD yang tugasnya akan diambil alih KPUD. Kemungkinan Kota Jayapura bisa, tapi kita butuh kajian dan data yang lengkap," ucap Theodorus.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
'Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin'

"Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X