Mengenang Moses Gatutkaca dan Peristiwa Gejayan pada 8 Mei 1998..

Kompas.com - 08/05/2019, 14:19 WIB
Mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR, menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatan Presiden, pada Mei 1998. KOMPAS/EDDY HASBYMahasiswa menduduki gedung MPR/DPR, menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatan Presiden, pada Mei 1998.

KOMPAS.com — Aksi demonstrasi mahasiswa terhadap pemerintahan Presiden Soeharto semakin meluas di berbagai kampus di Indonesia pada 21 tahun lalu, yaitu Mei 1998. Mereka menyuarakan aksi agar Soeharto segera turun dari jabatan presiden.

Gerakan mahasiswa semakin meluas ketika Soeharto terpilih sebagai presiden untuk ketujuh kali dalam Sidang Umum MPR pada 10 Maret 1998.

Kondisi perekonomian Indonesia yang semakin memburuk membuat mahasiswa mulai melakukan aksi di luar kampus. Tak hanya dari kalangan mahasiswa, sebagian masyarakat Indonesia juga bergabung untuk bersuara.

Ketika itu aparat keamanan mulai memperlihatkan penanganan dengan kekerasan terhadap aksi mahasiswa. Aparat menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk meredam aksi mahasiswa.

Terkadang, penanganan yang dilakukan oleh aparat keamanan malah membuat keadaan menjadi tak terkendali. Kondisi ini menyebabkan mahasiswa marah dan akhirnya terjadiah bentrokan.

Peristiwa bentrokan berdarah terjadi di Gejayan, Yogyakarta, pada hari ini 21 tahun lalu, tepatnya 8 Mei 1998. Ketika itu mahasiswa dari beberapa universitas di Yogyakarta menyuarakan aksi keprihatinan dan menuntut Soeharto mundur.

Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Peristiwa Gejayan atau Tragedi Yogyakarta yang menyebabkan ratusan orang luka-luka. Bahkan, satu orang tewas, yaitu mahasiswa MIPA dari Universitas Sanata Dharma, Moses Gatutkaca.

(Ikuti juga liputan khususnya dalam VIK: Kejatuhan (daripada) Soeharto)

Tragedi berdarah

Aksi mahasiswa yang menolak terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden meluas di seluruh Indonesia, termasuk di Yogyakarta. Mereka melakukan aksi di dekat universitas masing-masing sejak pukul 09.00.

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan aksi di bundaran kampus. Sementara itu mahasiswa Universitas Sanata Dharma dan mahasiswa IKIP Negeri Yogyakarta (kini UNY) melakukan aksi di halaman kampus masing-masing.

Mereka melakukan aksi protes yang menyoroti perekonomian di Indonesia dan menyinggung kekerasan aparat. Peristiwa semakin memanas ketika mahasiswa mulai bergerak menuju UGM untuk bergabung.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X