Penumpang Bandara Internasional Yogyakarta Dapat Tumpangan Damri Gratis Selama Sepekan

Kompas.com - 06/05/2019, 20:23 WIB
Sebanyak 52 penumpang terbang dengan pesawat Citilink dari Bandar Udara Yogyakarta International Airport menuju Halim Perdanakusuma pada Senin (6/5/2019). Hari ini, Citilink menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan armada di YIA.KOMPAS.com/DANI J Sebanyak 52 penumpang terbang dengan pesawat Citilink dari Bandar Udara Yogyakarta International Airport menuju Halim Perdanakusuma pada Senin (6/5/2019). Hari ini, Citilink menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan armada di YIA.


KULON PROGO, KOMPAS.com - Tumpangan gratis diberikan bagi penumpang pesawat yang terbang melalui Yogyakarta International Airport (YIA).

PT Angkasa Pura I (Persero) bekerja sama dengan Damri dan layanan shuttle bus swasta untuk layanan ini.

Layanan ini masih akan berlangsung selama 6 hari ke depan.

"Layanan shuttle bus gratis ini selama satu minggu. Tujuannya tidak hanya untuk membantu airline," kata Devi Suradji, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I, setelah menyaksikan pendaratan perdana pesawat Citilink dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), Senin (6/5/2019).

Baca juga: Bandar Udara YIA Bidik Penumpang dari Selatan Jateng dan Yogyakarta

Bandara YIA mulai beroperasi secara penuh sejak melayani take off-landing penerbangan komersil perdana milik maskapai Citilink, hari ini.

Ke depan, Citilink masih terus melayani 1 kali penerbangan rute HLP-YIA ini setiap hari.

AP I mengharapkan agar masyarakat , utamanya penumpang maupun calon penumpang, terbiasa dengan situasi baru ini.

Mereka bisa membiasakan diri dengan kemudahan akses di YIA, juga termasuk terbiasa pada transportasi massal pada jalur moda transportasi YIA.

Dengan terbiasanya masyarakat, maka mereka yang ingin terbang dengan pesawat tidak perlu harus masuk ke Yogyakarta.

"Masyarakat yang ingin berangkat dari Kulon Progo (YIA), datang dari Kebumen, Purworejo, Wojo, tidak perlu harus masuk ke Yogyakarta (Adisutjipto). Masyarakat butuh waktu untuk biasa," kata Devi.

Kebijakan ini juga sambil menunggu tarif resmi bagi angkutan umum seperti Damri.

Urusan tarif tidak bisa serta merta. Ia memastikan bahwa urusan tarif masih akan digodok di tingkat Kemenko Maritim dan Kementerian Perhubungan RI.

Selain itu, proses penentuan tarif masih akan terkait dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan dunia transportasi darat.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X