Oknum PNS Kalbar Penyekap dan Pemerkosa Gadis 14 Tahun Terancam Dipecat

Kompas.com - 02/05/2019, 13:32 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi kekerasan seksual anak.


PONTIANAK, KOMPAS.com - HW (53), oknum PNS Pemprov Kalbar, terduga pelaku penyekapan dan persetubuhan anak 14 tahun selama lima hari, terancam dipecat sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Penjabat Sekda Kalbar, Syarif Kamaruzzaman mengatakan, jika memang pelaku terbukti melakukan perbuatannya, maka akan diberi sanksi, paling berat hingga pemecatan.

"Sanksi yang akan diberikan itu mulai dari yang paling ringan berupa teguran lisan hingga saksi yang paling berat berupa pemecatan," kata Kamaruzzaman, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Oknum PNS Kalbar Sekap dan Setubuhi Gadis 14 Tahun Selama 5 Hari di Hotel

Namun, Pemprov Kalbar hingga saat ini masih menunggu proses hukum yang tengah dilakukan kepolisian.

"Seperti apa hasilnya kita tunggu saja. Karena dugaan bahwa terlapor merupakan ASN Pemprov Kalbar, kita serahkan aparat penegak hukum untuk melakukan proses," ujar dia.

Dia menegaskan, pihaknya juga akan mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

"Karena tindakan itu tidak sesuai dengan etika dan moral sebagai seorang ASN," ujarnya.

Baca juga: Ini Kondisi Terakhir Gadis 14 tahun Setelah Disekap Oknum PNS Kalbar Selama 5 Hari

Sebelumnya, kepolisian menangkap HW (53), pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lantaran diduga menyekap dan menyetubuhi gadis berusia 14 tahun selama lima hari.

HW ditangkap di sebuah hotel di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (28/4/2019) malam.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

Regional
Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Regional
Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X