5 Fakta Kapal TNI AL Ditabrak Kapal Vietnam, Susi Akan Tenggelamkan Kapal hingga Anggota TNI Tak Terprovokasi

Kompas.com - 30/04/2019, 09:54 WIB
Pasukan Marinir mengikuti HUT Ke-71 Korps Marinir di Pantai Tambak Wedi di Surabaya (15/11/2016). Surabaya menjadi salah satu basis militer berikut industri pendukung militer di Indonesia (kiri). Anggota TNI Batalyon Infanteri Raider 112/Dharma Jaya menggelar latihan di perairan Desa Kajhu, Aceh Besar, Aceh (22/11/2016). Bahana Patria GuptaPasukan Marinir mengikuti HUT Ke-71 Korps Marinir di Pantai Tambak Wedi di Surabaya (15/11/2016). Surabaya menjadi salah satu basis militer berikut industri pendukung militer di Indonesia (kiri). Anggota TNI Batalyon Infanteri Raider 112/Dharma Jaya menggelar latihan di perairan Desa Kajhu, Aceh Besar, Aceh (22/11/2016).

"Dua kapal pengawas perikanan Vietnam melakukan provokasi melalui usaha mengganggu proses penegakkan hukum dengan cara menumburkan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381," kata Yudo melalui rilis yang diterima Kompas.com, Senin (29/4/2019).

Baca Juga: 2 Kapal Pemerintah Vietnam Tabrak KRI Tjiptadi-381 yang Sedang Patroli

2. TNI AL: Lokasi pencurian ada di wilayah Indonesia

Yudo menambahkan, lokasi penangkapan kapal KIA BD 979 berada di ZEE Indonesia. Untuk itu petugas TNI AL melakukan penindakan sesuai prosedur berlaku. 

Tindakan penangkapan yang dilaksanakan oleh KRI Tjiptadi-381 sudah benar dan sesuai prosedur. Sayangnya, pihak Vietnam mengklaim telah wilayah tersebut masuk ke perairan Vietnam.

"Namun pihak Vietnam juga mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan perairan Vietnam," jelasnya.

Baca Juga: TNI AL Amankan Benih Lobster Selundupan Senilai Rp 37,2 Miliar di Batam

3. Insiden di perairan Natuna akan diselesaikan secara G to G

Jajaran TNI AL melalui Koarmada I kembali berhasil menangkap 2 kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam yang melakukan pencurian ikan di laut Natuna, Sabtu (13/4/2019).KOARMADA I Jajaran TNI AL melalui Koarmada I kembali berhasil menangkap 2 kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam yang melakukan pencurian ikan di laut Natuna, Sabtu (13/4/2019).

TNI AL akan secepatnya menyelesaikan kasus tersebut dengan cara Goverment to Goverment (G to G).

Yudo juga mengapresiasi personilnya di lapangan yang bisa menahan diri mendapat provokasi kapal pemerintah Vietnam.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir adanya ketegangan atau insiden yang lebih buruk diantara kedua negara pasca-kejadian arogansi atau memalukan yang dilakukan kapal pengawas perikanan Vietnam.

"Secepatnya akan kami selesaikan melalui Goverment to Goverment," pungkasnya.

Baca Juga: Diduga Curi Ikan di Laut Natuna, 2 Kapal Vietnam Ditangkap TNI AL

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Regional
KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

Regional
Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Regional
Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Regional
Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Regional
Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Regional
Viral, Video Wali Kota Padang Dimaki Ibu-ibu Pedagang Kaki Lima

Viral, Video Wali Kota Padang Dimaki Ibu-ibu Pedagang Kaki Lima

Regional
Kebakaran Pabrik Plastik di Kawasan Sentul, Warga Berhamburan Keluar

Kebakaran Pabrik Plastik di Kawasan Sentul, Warga Berhamburan Keluar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X