Warga Menolak, Pemungutan Suara Ulang di Mesap Meisi Manokwari Batal

Kompas.com - 27/04/2019, 16:29 WIB
Penolakan masyarakat Kampung Mesap Meisi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, terhadap pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Manokwari, Sabtu (27/4/2019). KOMPAS.com/ BUDY SETIAWANPenolakan masyarakat Kampung Mesap Meisi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, terhadap pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Manokwari, Sabtu (27/4/2019).


MANOKWARI. KOMPAS.com- Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kota Manokwari, batal menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kampung Mesap Meisi, Distrik Manokwari Selatan, Sabtu (27/4/2019).

Berdasarkan, pantauan Kompas.com, hasil keputusan hari ini, hanya 4 TPS yang menggelar PSU, yakni satu TPS di Kelurahan Sanggeng, dua TPS di Kelurahan Wosi, dan satu TPS di Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat.

Keputusan pembatalan PSU tersebut, akibat warga yang berada di TPS Kampung Mesap Meisi, menolak untuk dilakukan pemilihan ulang dan sebagian lagi telah berada di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf).

Baca juga: Surat Suara Kurang, 105 Warga Binaan Lapas Manokwari Tak Bisa Nyoblos

“Kami sebenarnya sudah siap menjalankan PSU berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu dan semua logistik sudah kami bawa,” ungkap Komisioner KPU Manokwari Divisi SDM dan Parmas Fahri.

“KPU bersama Bawaslu sudah melakukan negosiasi kepada masyarakat. Namun masyarakat tetap menolak PSU dilaksanakan. Jadi kami tetap akan mengikuti peraturan Undang-Undang, di mana suara di TPS 01 Mesap Meisi, dianggap nol,” jelas Fahri.

Sementara itu, Ketua PPD Distrik Manokwari Selatan Moses Sarawan menyatakan, untuk persiapan teknis, pihaknya telah rutin turun untuk menyampaikan rekomendasi dari Bawaslu.

Hanya saja kendala yang didapat, masyarakat setempat tidak mau lagi jadi penyelenggara.

“Masyarakat setempat yang bertugas sebagai KPPS, tidak lagi bekerja. Sehingga alternatifnya, kami ambil panitia penyelenggara dari kampung terdekat. Namun setelah kesiapannya semua sudah matang, masyarakat pemilih sudah tidak ada,”ungkap Sarawan.

Baca juga: Kotak Suara Baru Dibuka, Pencoblosan di 4 TPS di Manokwari Molor

“Jadi hasil mediasi antara Bawaslu, KPU, masyarakat setempat, hasil yang didapat pada pemilu lalu nol, dan kotak suara ini tetap kami segel,” kata Sarawan.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi menambahkan, untuk pelaksanaan PSU di 5 TPS, empat berjalan tanpa kendala.

Namun, hanya satu PSU yang dibatalkan, karena masyarakat ingin mengetahui alasan Bawaslu mengeluarkan rekomendasi PSU.

“Pada prinsipnya, kami dari pihak kepolisian siap mengamankan, apapun keputusan yang diambil oleh Bawaslu, karena persoalan ini ranahnya ada di Bawaslu dan KPU. Kami hanya pengamanan saja,” tutup Erwindi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan Demi Mengajar

Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan Demi Mengajar

Regional
Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Regional
Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Regional
Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
Libur Panjang, 113.283 Kendaraan dari Jakarta Masuk ke Puncak Bogor

Libur Panjang, 113.283 Kendaraan dari Jakarta Masuk ke Puncak Bogor

Regional
Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

Regional
Malu karena Hamil di Luar Nikah, Seorang Siswi SMA Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Depan Panti Asuhan

Malu karena Hamil di Luar Nikah, Seorang Siswi SMA Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Depan Panti Asuhan

Regional
Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Regional
Diduga Gangguan Jiwa, Sutejo Angkut Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Motor

Diduga Gangguan Jiwa, Sutejo Angkut Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Motor

Regional
Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
Fakta Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Pakai Bronjong, Jadi Viral dan Penjelasan Polisi

Fakta Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Pakai Bronjong, Jadi Viral dan Penjelasan Polisi

Regional
Enam Jam Api Berkobar Hanguskan Ratusan Rumah di Kotabaru Kalsel

Enam Jam Api Berkobar Hanguskan Ratusan Rumah di Kotabaru Kalsel

Regional
Positif Covid-19 DIY Capai 82 Kasus, Terbanyak dari Bantul

Positif Covid-19 DIY Capai 82 Kasus, Terbanyak dari Bantul

Regional
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Panti Asuhan, Ternyata Dibuang Ibunya yang Masih SMA

Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Panti Asuhan, Ternyata Dibuang Ibunya yang Masih SMA

Regional
Kena Razia Polisi gara-gara Tak Pakai Helm, Pria Ini Rusak Motor Pakai Batu Besar

Kena Razia Polisi gara-gara Tak Pakai Helm, Pria Ini Rusak Motor Pakai Batu Besar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X