Surat Suara Kurang, 105 Warga Binaan Lapas Manokwari Tak Bisa Nyoblos

Kompas.com - 18/04/2019, 01:23 WIB
Petugas di Tempat Pemungutan Surat (TPS) 16 di Kelurahan Wosi, Distrik Manokwari Barat, yang sedang membuka kota surat suara, Rabu (17/4/2019). Kompas.Com/ Budy Setiawan Kontributor Kompas TV ManokwariPetugas di Tempat Pemungutan Surat (TPS) 16 di Kelurahan Wosi, Distrik Manokwari Barat, yang sedang membuka kota surat suara, Rabu (17/4/2019).

MANOKWARI, KOMPAS.com- Sebanyak 105 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Manokwari dan Lembaga Permasyarakatan Perempuan (LPP) Manokwari, tidak dapat nyoblos pada Pemilu 2019.

Hal itu terjadi karena kurangnya surat suara yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manokwari.

Ketua PPS pada TPS 26 Lapas, Jeremias Prawar mengatakan, dari 362 warga binaan, hanya 257 orang yang dapat menyalurkan hak politiknya.

"KPU hanya menyediakan 138 surat suara untuk Lapas Manokwari dan 119 surat suara untuk LPP Manokwari, di TPS 27, sehingga, yang namanya terdapat pada DPT dan memiliki e-KTP, yang diutamakan untuk memilih," ungkap Prawar.

Baca juga: Quick Count Pilpres Kompas di Sumatera Bagian Selatan: Jokowi dan Prabowo Berbagi Suara

Prawar mengaku, pihaknya sejak Maret telah berkoordinasi dengan pihak KPU untuk menyerahkan daftar perbaikan DPT. Namun, nama DPT yang dikeluarkan tidak berubah.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi warga binaan adalah proses pembuatan e-KTP.

"Kartu e-KTP tidak dapat diterbitkan oleh Dinas Kependudukan, karena datanya ganda," ucap Prawar.

"Memang pengurusannya bisa dilayani, namun harus pindah domisi. Sedangkan surat domisi harus diurus sendiri ketempat asalnya. Padahal mereka ini statusnya warga binaan, sehingga tidak mungkin kartu domisi bisa diurus," tambahnya.

Baca juga: Quick Count Indo Barometer Data 97,67 Persen: Jokowi-Maruf 54,44 Persen, Prabowo-Sandiaga 45,56 Persen

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat Anthonius, menyayangkan hal tersebut.

"Dari segi aturan, mereka sudah dimungkinkan untuk memilih, dilihat dari MoU yang ditandatangani antara Kemenkumham RI dan KPU RI, juga MoU antar Direktorat Jenderal," ujar Antonius.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X