Kata Mahasiswa Undip soal Polemik Quick Count Kubu Jokowi Vs Prabowo

Kompas.com - 27/04/2019, 11:30 WIB
Calon presiden no urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto pada Debat Keempat Calon Presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat malam ini menggambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon presiden no urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto pada Debat Keempat Calon Presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat malam ini menggambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.

SEMARANG, KOMPAS.com - Hitung cepat dari lembaga survei sejauh ini mengunggulkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dibanding pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hitung cepat sejumlah lembaga itu lalu disyukuri hingga dideklarasikan kemenangannya oleh masing-masing kubu.

Sedangkan saat ini berdasar hasil real count KPU RI dari 43,19 persen data masuk pada Sabtu (27/4/2019), pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 56,63 persen, sementara Prabowo-Sandi 43,67 persen. 

Kalangan mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah punya pendapat soal ramainya klaim kemenangan dalam kontestasi Pilpres.

Begini kumpulan pendapat mahasiswa Undip Semarang soal quick count saat diwawancara oleh Kompas.com, Sabtu (27/4/2019).

Baca juga: Kata Mahasiswa Undip Semarang soal Pemilu Serentak 17 April 2019

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Kubu Jokowi dan Prabowo diminta bersabar 

Mahasiswa meminta semua yang terlibat dalam proses pemilu Presiden untuk bersabar. Semua harus menahan diri sampai hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) diumumkan.

"Semua pihak baiknya menunggu hasil resmi dari KPU agar tidak seramai ini. Ada mekanisme yang bisa ditempuh jika memang tidak percaya hasil hitung cepat,” ucap Sigit Andrianto, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Undip ini, Sabtu (27/4/2019).

Hal sama disampaikan Raihan Yogi Prakoso, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisinis Undip Semarang.

Yogi menganggap polemik hitung cepat sebenarnya tidak perlu diributkan oleh kedua calon presiden dan wakil presiden.

Baca juga: Kata Mahasiswa Unsri Palembang soal Pemilu 2019

Pasalnya, ketentuan hasil dari hitung cepat sudah ada dalam aturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang lembaga survei.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.