Kata Mahasiswa Unsri Palembang soal Pemilu 2019

Kompas.com - 27/04/2019, 10:02 WIB
Pelaksanaan Pemilu lanjutan di TPS 11 Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (21/4/2019).
KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPelaksanaan Pemilu lanjutan di TPS 11 Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (21/4/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pesta Pemilu pada 17 April 2019 ternyata banyak menyisakan polemik di masyarakat. Antara lain, dari mulai logistik pemilu yang kurang hingga gugurnya ratusan petugas KPPS akibat kelalahan. 

Hal lain dalam pelaksanaan pemilu serentak tahun ini adalah soal surat suara. Dalam Pemilu kali ini, ada lima surat suara yang harus dicoblos, yakni untuk Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD kota/ Kabupaten.

Bagi pencoblos, setidaknya, butuh waktu sekitar lima menit untuk mencoblos seluruh surat suara tersebut di dalam bilik. Bagi KPU, proses distribusi dan pelipatannya juga butuh waktu. 

Kompas.com mewawancarai sejumlah mahasiswa Universitas Sriwijaya ( Unsri) di Palembang untuk mengetahui pendapat mereka soal Pemilu 2019. 


Baca juga: Kata Mahasiswa Universitas Brawijaya Soal Pemilu 2019 dan Pahlawan Demokrasi yang Gugur

Berikut hasil wawancaranya: 

1. Nanda Rizka Saputri

Nanda Rizka Saputri Mahasiswi UnsriHANDOUT Nanda Rizka Saputri Mahasiswi Unsri
Nanda Rizka Saputri, mahasiswi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Unsri mengatakan, dalam penyelenggaraan pemilu 17 April kemarin, banyak persoalan soal kurangnya kertas suara sehingga membuat warga tak bisa memberikan hak suara mereka.

Bahkan, kertas suara pun menurutnya baru datang ke TPS saat Pemilu akan dilakukan.

" Surat suara juga baru dilipat, banyak yang tidak bisa mengikuti Pemilu,"kata Nanda.

Ditengah pelik kisruh pemilu itu, Nanda berpendapat jika quick count dan real count  dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memanipulasi data.

"Menurut saya, jadi ada isu-isu di kedua belah pihak tentang manipulasi data.Saya hanya ingin pemimpin yang bertanggung menegakkan keadilan, tegas dan jujur," ujarnya.

Baca juga: Orasi Syukuran Kemenangan, Prabowo Minta Lembaga Survei Pindah ke Antartika

2. Sigit

 

Sigit, mahasiswa Unsri Palembang jurusan Ekonomi. HANDOUT Sigit, mahasiswa Unsri Palembang jurusan Ekonomi.

Hal yang sama diutarakan oleh Sigit, mahasiswa Unsri semester VI jurusan Ekonomi. Ia mengatakan, surat suara juga masih banyak kekurangan di TPS saat Pemilu berlangsung.

Kejadian itupun menjadi tanda tanya besar oleh masyarakat soal kesiapan KPU sebagai penyelenggara.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X