Kasus Pembakaran Kotak Suara, KPU Tolak PSU di 3 TPS di Maluku Tenggara

Kompas.com - 26/04/2019, 16:51 WIB
Ribuan surat suara pemilu 2019 di Desa Wduar, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara tampak berserakan di jalan kemudian dibakar, Jumat malam (19/4/2019) Foto dok Anggota Bawaslu Maluku Tenggara Assyujudiah Arif HanubunRibuan surat suara pemilu 2019 di Desa Wduar, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara tampak berserakan di jalan kemudian dibakar, Jumat malam (19/4/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maluku Tenggara menolak rekomendasi Bawaslu untuk pemungutan suara ulang (PSU) di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Weduar, Kecamatan Kei Besar Selatan.

Rekomendasi PSU di tiga TPS di Desa Weduar tersebut dikeluarkan Bawaslu Maluku Tenggara menyusul adanya insiden pembakaran 15 kotak suara di desa tersebut oleh salah seorang caleg PDI-P, LPR pada Jumat (19/4/2019) malam pekan lalu.

“Kita sudah putuskan tidak ada PSU,” kata Ketua Divisi Hukum dan Pengawasn KPU Maluku Tenggara, Arif Rahakbauw saat dihubungi Kompas.com dari Ambon, Jumat (26/4/2019).

Baca juga: Fakta di Balik Sejumlah Kasus Pembakaran Kotak Suara, Dilakukan Caleg Gagal hingga Terancam Dipecat


Dia menjelaskan, rekomendasi PSU oleh Bawaslu yang didasarkan atas terjadinya selisih suara antar partai politik seusai aksi pembakaran 15 kotak suara di desa tersebut tidak perlu ditindaklanjuti karena semua saksi partai politik, pengawas TPS, Panwascam, hingga PPK telah memegang data hasil rekapitulasi penghitungan suara di tiga TPS tersebut.

“Jadi mekanisme prosedur itu sudah jalan, yang jadi persoalan itu terjadi pembakaran karena ada selisih suara. Nah, masalah itu nanti dibetulkan teman-teman PPK, sekarang sedang lanjut pleno. Semua format C1 itu sudah ditandangani oleh teman-teman saksi, lalu pengawas TPS juga sudah punya pegangan. Jadi kalau ada selisih nanti dibetulkan di PPK," katanya.

Dia mengungkapkan, KPU secara kelembagaan telah memutuskan melalui rapat pleno bahwa tidak akan ada PSU di tiga TPS tersebut. Sebab tidak ada alasan kuat yang memenuhi unsur digelarnya PSU di tigas TPS tersebut.

Dia menerangkan, PSU harus digelar jika petugas KPPS membuka kotak suara tidak sesuai aturan, terjadinya bencana alam dan konflik, serta pemilih mencoblos menggunakan DPT orang lain dan kecurangan lain yang diatur dalam undang-undang.

“Jadi kita sudah putuskan secara kelembagaan bahwa itu tidak termasuk unsur PSU. Unsur PSU itu pembukaan kotak suara, terjadi bencana alam, konflik PSU, sebab pemungutan dan penghitungan proses sudah jalan dan terakhir sudah ditandatangani oleh seluruh saksi, termasuk saksi PDI-P juga dan datanya sudah dibagikan ke pengawas. KPU jadi nanti kalau ada selisih tinggal dibetulkan di peleno PPK yang sedang ebrjalan saat ini,” katanya.

Dia mengakui, hologram C1 Plano yang merupakan data pembanding ikut terbakar dalam aksi tersebut. Namun semua saksi partai, Panwascam, PPK telah memegang data C1 plano, sehingga data itu bisa dijadikan sebagai pembanding.

“Jadi rekomendasi itu tidak wajib dijalankan karena kita sudah pleno secara kelembagaan. Rekomendasi Bawaslu itu tidak serta merta harus ditindaklanjuti,” tandasnya.

Baca juga: Kasus Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPU Maluku Pastikan Tidak Ada PSU

Sebelumnya, anggota Bawaslu Kabupaten Maluku Tenggara, Assyujudiah Arif Hanubun mengatakan rekomendasi tiga TPS di desa tersebut dikelaurkan lantaran terjadinya perselisihan hasil suara akibat pembakaran 15 kotak suara di desa tersebut.

“Setelah meneliti dan melakukan pemeriksaan, Panwascam menemukan adanya unsur pelanggaran sehingga merekomendasikan PSU. Sebab C1 Plano yang menjadi data pembanding juga ikut terbakar. Jadi siapa yang menjamin data yang dipegang para saksi parpol itu benar,” katanya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X