Kompas.com - 25/04/2019, 19:44 WIB

LUWU, KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujin Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di daerah pedalaman memiliki berbagai tantangan, seperti yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salubua, kecamatan Suli Barat, kabupaten Luwu, Sulawesi selatan terpaksa menumpang di rumah warga untuk mengikuti Ujian karena jaringan internet lambat loading.

Puluhan siswa dengan tenang mengerjakan soal-soal ujian nasional berbasis dengan cara duduk melantai menggunakan telepon seluler berbasis android.

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salubua, Idawati mengatakan bahwa pihak sekolah harus meminjam rumah warga di desa tersebut karena di sekolah mereka tidak ada jaringan internet. 

Selain itu pelaksanaan ujian nasional di MTs Salubua juga terpaksa menggunakan Android milik siswa karena sekolah kekurangan laptop.

Baca juga: Ratusan Siswa SMP di Makassar akan Ikuti UNBK Susulan

“Hanya di rumah warga ini tempat satu-satunya yang bisa mengakses jaringan internet, itupun agak lambat loadingnya, kalau di sekolah sama sekali tak ada,” kata Idawati, saat ditemui di lokasi, Kamis (25/04/2019).

Begitupun dengan siswa Madrasah Tsanawiyah, mereka mengerjakan soal-soal ujian nasional menggunakan komputer atau laptop namun menyambungkan dengan jaringan wifi Android di rumah tersebut.

Menurut Idawati, sebelum para siswa melaksanakan UNBK, rumah tersebut telah digunakan sebagai tempat latihan atau simulasi.

“Jadi kami sudah 3 bulan menggunakan rumah ini untuk dijadikan sebagai tempat ujian, sebelumnya para siswa-siswi dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah menjadikannya sebagai tempat simulasi,” ujarnya. 

Baca juga: Tak Dilengkapi Fasilitas Komputer, Pelajar dari 30 SMP di Kulon Progo Numpang UNBK di Sejumlah Sekolah

Idawati berharap kepada pemerintah agar memperhatikan daerah tersebut guna kelancaran komunikasi masyarakat pada umumnya dan pelajar khususnya terutama saat menghadapi UNBK.

Sementara itu, salah seorang siswa, Sultan Hasanuddin, mengatakan bahwa meski mereka menumpang di rumah warga dengan kondisi yang memprihatinkan dan jaringan yang seadanya, namun mereka tetap semangat mengerjakan soal-soal.

“Alhamdulillah, hari ini bisa senang mengerjakan soal UNBK dengan lancar, meski hanya duduk di lantai di rumah warga, semoga hasil UNBK nantinya bisa maksimal,” ucap Sultan.

Baca juga: Kekurangan Komputer, 17 Sekolah di Gunungkidul Menumpang UNBK di Sekolah Lain

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.