Tak Dilengkapi Fasilitas Komputer, Pelajar dari 30 SMP di Kulon Progo Numpang UNBK di Sejumlah Sekolah

Kompas.com - 22/04/2019, 14:35 WIB
Pelajar SMPN 1 Girimulyo, Kulon Progo, DI Yogyakarta, mengikuti ujian nasional berbasis komputer. Mereka mengawali dengan doa bersama Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo. KOMPAS.COM/DANI JPelajar SMPN 1 Girimulyo, Kulon Progo, DI Yogyakarta, mengikuti ujian nasional berbasis komputer. Mereka mengawali dengan doa bersama Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo.

KULON PROGO, KOMPAS.com — Ratusan pelajar dari 30 sekolah menengah tingkat pertama (SMP) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menumpang di sekolah lain ketika mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Mereka menumpang, baik di SMP maupun SMA yang sudah memiliki fasilitas komputer.

"Pelajar dari puluhan sekolah masih menumpang karena jumlah komputer belum mencukupi. Hal ini karena anggaran dari kami, dinas, belum mencukupi pengadaan (komputer) total," kata Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo Sumarsana ketika mengunjungi pelaksanaan ujian di Sekolah Dasar Negeri Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Senin (22/4/2019).

Baca juga: Sekolah Tak Bisa Sediakan Ratusan Laptop, Murid SMPN 195 UNBK Pakai Laptop Pribadi

Sumarsana mengatakan, pihaknya terus melakukan pengadaan komputer ke sekolah-sekolah. Pengadaan terakhir untuk 18 sekolah pada 2018.

Total pelajar di Kulon Progo yang mengikuti UNBK sebanyak 5.939 orang. Ujian berlangsung hingga Kamis (25/4/2019). Rata-rata sekolah melaksanakan ujian dalam tiga sesi sepanjang satu hari.

Guna mengantisipasi pemadaman listrik dan sistem error, sejumlah sekolah melengkapi diri dengan genset dan ahli komputer agar pelaksanaan ujian sekolah berlangsung lancar.

Dengan demkian, pihak sekolah tidak mengalami hambatan dalam menggelar UNBK, baik mengunduh soal maupun mengerjakannya. 

Baca juga: Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Sumarsana juga memastikan, pelajar yang menumpang sudah bisa menyesuaikan diri dengan ruang ujian. Mereka sempat uji coba terlebih dulu. Selain itu, ia meyakini tidak ada kendala di soal transportasi atau perjalanan siswa ke lokasi sekolah.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Girimulyi Sri Harini mengungkapkan, sekolahnya memiliki 45 komputer dalam dua kelas. Siswa sebanyak 119 orang terbagi dalam tiga sesi untuk mengikuti ujian dalam satu hari.

"Persiapan mereka cukup banyak, termasuk anak sudah memperoleh pelajaran tambahan," kata Sri.

Tidak hanya tingkat SMP, ujian juga berlangsung di 363 sekolah setingkat sekolah dasar. Berbeda dengan UNBK, ujian SD tidak berbasis komputer. Mereka masih menggunakan kertas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X