Sebelum Berpulang, Ketua KPPS di Cianjur Ini Sempat Tanya Sudah Berapa Anggota KPPS yang Meninggal

Kompas.com - 23/04/2019, 15:02 WIB
JENAZAH Hamim Hardiansyah (47), Ketua KPPS 31, Pasarean, Kelurahan Pamoyanan, Kab. Cianjur, Jawa Barat saat dibawa ke rumah duka dari RSUD Sayang, Cianjur, Selasa (23/04/2019). Hamim meninggal dunia karena kelelahan usai bertugas di TPS.KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN JENAZAH Hamim Hardiansyah (47), Ketua KPPS 31, Pasarean, Kelurahan Pamoyanan, Kab. Cianjur, Jawa Barat saat dibawa ke rumah duka dari RSUD Sayang, Cianjur, Selasa (23/04/2019). Hamim meninggal dunia karena kelelahan usai bertugas di TPS.

CIANJUR, KOMPAS.com – Kisah pilu mengiringi kepergian Ketua KPPS 31, Pasarean, Kelurahan Pamoyanan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Hamim Hardiansyah (47).

Betapa tidak, sebelum meninggal dunia, Selasa (23/04/2019), Hamim sempat bercerita kepada keluarganya perihal beberapa petugas KPPS di Cianjur, yang meninggal dunia karena kelelahan.

“Tadi pagi sempat bincang-bincang, katanya sudah ada enam petugas KPPS di Cianjur, yang meninggal dunia. Beliau bilang, mudah-mudahan dia tetap sehat-sehat saja. Setelah itu pergi mandi, tapi tiba-tiba muntah darah dan pingsan,” tutur Fitri (27), adik ipar Hamim, kepada Kompas.com di rumah duka, Selasa.


Oleh keluarga, Hamim, kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sayang, Cianjur, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sekitar pukul 10.00 WIB nyawanya tidak tertolong.

“Setelah hari pencoblosan dan penghitungan suara di TPS, Rabu (17/04/2019) lalu, beliau mengeluhkan sakit di ulu hati,” ujar Fitri.

Baca juga: Petugas KPPS Meninggal Dunia di DIY Bertambah Jadi Lima Orang

Sempat beristirahat di rumah, sebut dia, namun suami kakaknya itu kembali ke TPS untuk membereskan panggung.

“Selepas itu mengaku ulu hatinya sakit lagi ditambah pusing. Sepertinya kelelahan karena sempat tidak tidur semalaman karena banyak tugas di TPS katanya,” ucapnya.

Hamim Hardiansyah, menjadi petugas KPPS di wilayah Kabupaten Cianjur, ketujuh yang meninggal dunia pasca mengawal penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 di tingkat TPS.

Sebelumnya, sudah enam petugas KPPS meninggal dunia, yakni Somantri (45) Ketua KPPS 01 Kampung Cipandak RT 002/004, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Entis Tisna Sasmita (62) anggota KPPS Jalan Jeruk RT 005 RW 005 Perum Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, dan Hadiat (65) anggota KPPS 10 Kp. Panumbangan RT 002 RW 001, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang.

Kemudian, Sutaryat (56) anggota KPPS 08 Kp. Pasir Jambu, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, Enjang (48) Ketua KPPS 15 Kp. Benteng RT 001 RW 008 Kecamatan Warungkondang dan Apan Sopandi (49) anggota KPPS 10 Kp. Maleber, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon.

Baca juga: Data KPU: 91 Orang Petugas KPPS Meninggal Dunia

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, didampingi Dandim 06/08 Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhana menyempatkan diri melayat ke rumah duka.

"Kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga ini yang terakhir yang meninggal dunia,” ucap Herman kepada wartawan.

Pemkab Cianjur sendiri, dikatakan Herman, siap menjamin penanganan kesehatan kepada seluruh petugas KPPS yang sakit, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit daerah.

"Mereka yang merasa sakit, silakan langsung berobat ke layanan kesehatan terdekat. Untuk pembiayaan akan ditanggung pemkab," katanya.

Baca juga: Petugas KPPS Meninggal Dunia di Cianjur Bertambah Jadi Dua Orang

Selain itu, pihaknya juga telah menginstruksikan petugas kesehatan untuk stand by di setiap tempat pelaksanaan pleno (penghitungan suara) di tingkat kecamatan yang saat ini tengah berlangsung.

“Sebagai langkah antisipasi agar tidak ada lagi petugas yang meninggal dunia karena kelelahan," ujarnya.




Close Ads X