Viral, Video Warga Temukan Potongan Tubuh Manusia dari Perut Buaya

Kompas.com - 21/04/2019, 15:30 WIB
Warga Desa Waepandang, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Maluku membelah perut seekor buaya yang mereka tangkap kemudian mereka mengeluarkan potongan tubuh warga setempat yang menjadi korban buaya, Selasa (16/4/2019) pekan lalu. Foto tangkapan layar video viral akun facebook Mohamad TomiaWarga Desa Waepandang, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Maluku membelah perut seekor buaya yang mereka tangkap kemudian mereka mengeluarkan potongan tubuh warga setempat yang menjadi korban buaya, Selasa (16/4/2019) pekan lalu.

AMBON, KOMPAS.com - Sebuah video penangkapan seekor buaya di Desa Waepandang, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, menjadi viral di media sosial, Minggu (21/4/2019).

Dalam video berdurasi 2,38 menit tersebut tampak sejumlah warga membedah perut buaya yang ditangkap dan mereka menemukan potongan tubuh manusia dalam perut reptil itu.

Satu per satu potongan tubuh manusia lalu dikeluarkan dari dalam perut buaya sepanjang lebih dari 4 meter tersebut.

Video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Mohamad Tomia pada Sabtu (20/4/2019) itu hingga kini telah dibagikan oleh 1.236 warganet dan dikomentari oleh ratusan pengguna Facebook.


Baca juga: Nekat Mancing Usai Nyoblos, Pria Ini Diterkam Buaya

Dalam video itu, seorang warga yang menggunakan sebilah parang berusaha membelah perut buaya. Sementara warga lainnya berusaha mengeluarkan potongan tubuh manusia dari dalam perut buaya tersebut. Sedangkan puluhan warga lain tampak berkerumun di dekat buaya itu.

Dalam video itu pula pemilik akun yang menggunggah video tersebut menulis sebuah keterangan tentang waktu kejadian, penangkapan dan lokasi buaya tersebut memangsa serta identitas warga yang menjadi korban.

Dalam keterangan video tersebut, akun Mohamad Tomia menulis bahwa warga yang dimangsa buaya itu bernama Ladani Tomia. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang memanah ikan di laut pada tanggal 15 April 2019 malam.

Kemudian pada keesokan harinya, warga berhasil menangkap buaya tersebut, dan setelah membelah perut buaya itu warga mengambil potongan tubuh korban.

Terkait kejadian itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Mukhtar Amin Ahmadi yang dikonfirmasi Kompas.com membenarkana kejadian itu.

“Memang benar ada buaya yang ditangkap karena memangsa warga di sana,” kata Amin via telepon selulernya, Senin (21/4/2019).

Baca juga: Diduga Diterkam Buaya, Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas di Lubang Bekas Tambang

Meski begitu, dia belum dapat memberikan penjelasan resmi terkait kejadian itu, karena hingga kini petugas BKSDA belum tiba di lokasi kejadian.

"Petugas sementara sedang menuju lokasi kejadian, jadi kita belum bisa menjelaskan secara detail. Tapi jelasnya kejadian itu ada,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Regional
4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X