Daftar Tarif di Taman Nasional Komodo, dari Rp 1.500 Hingga Rp 50 Juta

Kompas.com - 21/04/2019, 11:21 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan. KOMPAS/HERU SRI KUMOROWisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan.

KUPANG, KOMPAS.com - Pihak pengelola Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberlakukan tarif bervariasi kepada pengunjung yang akan masuk di wilayah itu.

Kasubag Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo (TNK) Dwi Putro Sugiarto, mengatakan, tarif yang paling murah yakni Rp 1.500 dan paling mahal Rp 50 juta.

Dwi menyebutkan, tarif paling murah Rp 1.500 itu berlaku untuk kendaraan darat yakni menunggang kuda.

Baca juga: Taman Nasional Komodo akan Ditata seperti Kepulauan Galapagos di Ekuador

Sedangkan yang paling mahal Rp 50 juta berlaku untuk kendaraan air jenis kapal pesiar, dengan jumlah penumpang lebih dari 3.000 orang.

"Tarif itu berlaku hanya untuk sehari saja," ujar Dwi kepada Kompas.com, Sabtu (20/4/2019) malam.

Dwi merinci, untuk tarif masuk pengunjung di kawasan TNK pada hari biasa, wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp 150.000. Sedangkan wisatawan nusantara Rp 5.000.

Sementara itu, rombongan pelajar atau mahasiswa minimal 10 orang dikenakan tarif Rp 100.000 bagi warga negara asing dan Rp 3.000 untuk warga negara Indonesia.

Baca juga: Gubernur NTT Siap Benahi Taman Nasional Komodo hingga Jadi Indah

Jika masuk kawasan TNK pada hari libur, biayanya lebih tinggi 50 persen.

"Namun kenaikan 50 persen itu hanya berlaku khusus untuk tiket masuk saja. Sedangkan kegiatan lainnnya, tarif normal, meski pada hari libur," kata Dwi.

Tarif itu lanjut Dwi, berlaku juga untuk sejumlah lokasi lainnya di Kawasan Taman Nasional Komodo, seperti Loh Buaya Pulau Rinca, dan Pulau Padar.

Tarif itu mulai diberlakukan sejak awal Tahun 2015 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014.

Baca juga: Wapres Kalla Sebut Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo Belum Resmi

Tarif masuk yang mengalami kenaikan itu tidak berlaku bagi tiket lainnya seperti diving per orang Rp 15.000 dan snorkeling per orang Rp 10.000, yang diberlakukan normal.

Dwi mengatakan, kenaikan tarif itu memang membawa pengaruh. Akan tetapi, dinilai baik untuk menghindari penumpukan pengunjung pada hari libur.

"Ini kan kawasan konservasi, pengunjung yang menumpuk dan berlebihan itu kurang bagus untuk Komodo. Jadi pengunjung diharapkan merata setiap harinya," kata Dwi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asyiknya Sepak Bola Egrang, Olahraga Sekaligus Lestarikan Budaya

Asyiknya Sepak Bola Egrang, Olahraga Sekaligus Lestarikan Budaya

Regional
Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Regional
Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Regional
Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X