Gubernur NTT Siap Benahi Taman Nasional Komodo hingga Jadi Indah

Kompas.com - 25/01/2019, 13:42 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sekolah Perdamaian dengan agenda Mengunjungi Situs Agama Lokal dan Mondial di Aula Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Kupang, Kamis (18/10/2018), kemarin Dokumen Humas Pemprov NTTGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sekolah Perdamaian dengan agenda Mengunjungi Situs Agama Lokal dan Mondial di Aula Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Kupang, Kamis (18/10/2018), kemarin


KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku, siap untuk membenahi kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), menjadi lebih indah.

TNK, sebut Viktor, akan ditata lebih bagus lagi, jika pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT.

"Kita harus sepakati bahwa yang namanya taman itu mesti dibuat menjadi indah dan bagus," ucap Viktor, kepada sejumlah wartawan di Kupang, Jumat (25/1/2019).

Baca juga: KLHK: Soal Penutupan Taman Nasional Komodo Perlu Pembahasan Terperinci

Menurut Viktor, TNK harus dibenahi, sehingga wisawatan yang berkunjung bukan hanya melihat komodo, tapi juga keindahan alam di TNK.

"Dalam mimpi saya, seluruh bunga endemik di NTT seperti Sakura Sumba, Sakura Timor, dan Sepe, itu dimasukan ke sana dan itu perlu pembenahan, sehingga orang hadir di sana dan sebelum lihat komodo, dia akan lihat keindahan taman," ucap Viktor.

Viktor juga menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang berkomentar soal TNK.

Viktor mengatakan, jika Jusuf Kalla mendengar langsung penjelasan dirinya tentang penutupan TNK, maka orang nomor dua di Indonesia itu akan setuju dengan gagasannya itu.

"Pak Wapres itu bisnisman. Kalau kita jelaskan secara benar pasti dia langsung setuju dan ngerti. Mungkin beliau keliru mendengar informasi dari tempat lain. Tapi, kalau beliau mendengar langsung bentuk perencanaan yang akan kita buat, pasti beliau langsung setuju," kata Viktor, yakin.

Baca juga: Wacana Penutupan Taman Nasional Komodo Masih Dibicarakan KLHK dengan Pemda

Viktor menyebut, jika Pulau Komodo ditutup, bukan berarti wisatawan tidak bisa masuk ke sana.

Wisatawan, lanjut Viktor, bisa memilih ke pulau lainnya di TNK seperti Pulau Padar dan Pulau Rinca.

"Setelah kita benahi Pulau Komodo dengan baik, maka kita benahi pulau yang lain dan bertahap sampai kawasan TNK itu menjadi indah," kata Viktor.

"Karena, mimpi kita untuk membangun komodo sebagai aset dunia yang mesti kita jaga dan benahi dengan baik," pungkas dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Regional
Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Regional
4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

Regional
Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus 'Ngesot' karena Sangat Sulit

Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus "Ngesot" karena Sangat Sulit

Regional
Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Regional
Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

Regional
Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Regional
Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus 'Ngesot'

Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus "Ngesot"

Regional
Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Regional
Perjuangan Wanita di Kupang Melahirkan 3 Bayi Kembar, Suami Menghilang Tanpa Kabar

Perjuangan Wanita di Kupang Melahirkan 3 Bayi Kembar, Suami Menghilang Tanpa Kabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X