Kelelahan, Ketua KPPS di Cianjur Meninggal Dunia

Kompas.com - 20/04/2019, 21:51 WIB
KEGIATAN Pemilu Serentak 2019 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menelan korban jiwa atas nama Somantri (51) seorang ketua KPPS wilayah Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur karena faktor kelelahan KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKEGIATAN Pemilu Serentak 2019 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menelan korban jiwa atas nama Somantri (51) seorang ketua KPPS wilayah Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur karena faktor kelelahan

CIANJUR, KOMPAS.com – Seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi membenarkan informasi tersebut.

“Almarhum atas nama Somantri sebagai Ketua KPPS 01 Kampung Cipandak RT 002 RW 004, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun,” kata Hilman, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon selulernya, Sabtu (20/4/2019) malam.

Penyebabnya sendiri, lanjut Hilman, diduga karena faktor kecapaian dan kelelahan saat melaksanakan tugas penyelenggaraan pemilu di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca juga: Petugas KPPS Meninggal Dunia di Tasikmalaya Bertambah Jadi Tiga Orang

Atas kejadian itu, pihaknya pun menyampaikan belasungkawa mendalam dan ucapan terima kasih atas dedikasi tinggi mendiang yang telah total dan penuh rasa tanggung jawab menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu di tingkat paling bawah.

“Secara pribadi maupun institusional, saya menyampaikan duka cita atas meninggalnya Bapak Somantri yang meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalankan tugas mulia, menjadi pejuang demokrasi,” tutur Hilman.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa almarhum selama menjadi petugas KPPS. Hal ini menunjukkan totalitas dan tanggung jawab penuh yang dijalankan almarhum sebagai penyelenggara,” ucap dia.

Pihaknya berharap, kejadian ini adalah yang pertama dan terakhir terjadi di Kabupaten Cianjur, dan mengimbau kepada para petugas PPS maupun PPK yang masih bertugas di lapangan, untuk tidak terlalu memforsir tenaga selama proses rekapitulasi suara.

“Jangan terlalu malam, sisakan tenaga dan waktu untuk esok hari, selalu jaga kesehatan selama bertugas, kalau dirasa perlu istrirahat, beristirahat dahulu,” ujar dia.

Sementara, informasi yang didapat Kompas.com, terkait kejadian ini menyebutkan, sebelum meninggal dunia, Somantri yang saat itu telah dua hari secara maraton bertugas mengawal proses pungut hitung suara, Kamis (18/04/2019) malam, sempat mengeluhkan sakit di dada.

Baca juga: Kisah Duka Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu...

Oleh pamsung (pengamanan langsung) TPS ia kemudian dibawa ke klinik terdekat untuk menjalani perawatan.

Setelah merasa baikan, ia balik lagi ke aula desa untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun, beberapa saat kemudian, kembali mengeluh sakit sehingga disarankan pulang untuk beristirahat di rumah.

Pagi harinya, oleh pihak keluarga, dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Garut untuk menjalani perawatan lanjutan, namun kondisinya semakin drop dan dinyatakan meninggal dunia, Jumat (19/4/2019) pukul 17.00 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X