Saran Djarot agar Pemilu Efektif, "E-Voting" hingga Penyederhanaan Parpol

Kompas.com - 18/04/2019, 19:04 WIB
Djarot Syaiful Hidayat di TPS 10 di Kelurahan Madras, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (17/4/2019)KOMPAS.com / MEI LEANDHA Djarot Syaiful Hidayat di TPS 10 di Kelurahan Madras, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (17/4/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, cukup kesulitan saat mencoblos pada Rabu (17/4/2019) kemarin.

Djarot mengatakan, kertas suara begitu lebar tak sebanding dengan bilik suara yang berukuran lebih kecil. Saat membuka dan menutup kertas suara, dia mengaku butuh waktu sekitar tiga menit.

Menurutnya, bagi para orang tua, perlu lebih hati-hati dan memakan waktu.

"Biliknya kecil, tidak sebanding dengan lebar kertas, harus keluar badan ini. Apalagi jarak antar bilik berdempetan. Makanya, satu-satunya cara adalah kita harus berani melakukan kristalisasi partai politik, pembatasan," katanya di Medan, Sumut, Rabu.


Baca juga: Maju Jadi Caleg, Djarot Ingin Tunjukkan Warga Sumut Menghargai Perbedaan

Menurut Djarot, saat ini partai politik (parpol) sangat banyak. Salah satu cara menguranginya adalah penyederhanaan parpol dengan seleksi alami.

Parpol yang tidak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, harus selesai atau bergabung dengan partai yang lolos. Bukan seperti saat ini, lolos atau tidak lolos pendaftaran kembali dibuka.

"Akhirnya tidak lolos juga, ini merepotkan anggaran negara. Kita terlalu mudah bikin partai politik, makanya banyak bermunculan partai baru yang saya prediksi juga tidak lolos," ucapnya.

Baca juga: Djarot Saiful Hidayat: Orang Baik Pasti Pilih Orang Baik

Kemudian, surat suara ke depannya harus lebih sederhana. Indonesia harus sudah meninggalkan pemilihan konvensional dan mulai menggunakan e-voting. Memanfaatkan kemajuan teknologi ini dijaminnya akan lebih aman, terpercaya, cepat, efisien, tidak gaduh, dan lebih jujur.

"Di 2024, kita harus berpikir menggunakan e-voting, kecuali di wilayah-wilayah khusus yang mengangkat kearifan lokal seperti Papua yang punya sistem noken," imbuh dia.

Saat ini Djarot sudah menjadi warga Kota Medan. Djarot juga menjadi calon legislatif DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 3 yang diusung PDI-Perjuangan. 




Terkini Lainnya


Close Ads X