Polres Cirebon, Tangkap Residivis Narkoba Jaringan Lapas

Kompas.com - 10/04/2019, 18:15 WIB
AKP Joni, Kasat Narkoba (kedua dari kiri) bersama sejumlah petugas Satuan Narkoba Polres Cirebon, menunjukan sejumlah barang bukti hasil tangkapan narkotika jenis sabu, di salah satu ruang Mapolres Rabu (10/4/2019). Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONAKP Joni, Kasat Narkoba (kedua dari kiri) bersama sejumlah petugas Satuan Narkoba Polres Cirebon, menunjukan sejumlah barang bukti hasil tangkapan narkotika jenis sabu, di salah satu ruang Mapolres Rabu (10/4/2019).

CIREBON, KOMPAS.com – Satuan Narkoba Polres Cirebon, berhasil menangkap tiga orang pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis sabu yakni MIR, FA, dan JA.

Satu dari tiga pelaku yakni MIR. Sudah dua kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama, dan berjejaring dengan narapidana di salah satu lapas di Jawa Barat.

“Ternyata memang tersangka MIR, ini adalah residivis setahun yang lalu. Dia baru keluar dari lapas, dengan kasus yang serupa. Lalu kita melakukan pengembangan, pemeriksaan handphone dan mengembang ke tersangka yang lainnya,” kata AKP Joni, Kasat Narkoba Polres Cirebon, di depan awak media, Rabu (10/4/2019).

Baca juga: Polisi Rebus Narkoba Senilai Rp 160 MIliar Dalam Dandang

Setelah berhasil menangkap MIR, tim narkoba dari Polres Cirebon, langsung melakukan pengembangan ke rumah FA dan DJ, di Kecamatan Tengah Tani.

Hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti sabu dengan total 44,80 gram yang sudah dipaketkan, timbangan elektronik, serta sejumlah alat komunikasi yang digunakan.

Mereka akan menjual barang-barang tersebut di wilayah Cirebon, dan sekitarnya. Joni mengatakan, modusnya yang dilakukan tersangka setelah mendapatkan pembeli melalui elektronik, MIR, membuat peta peredaran.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Kurir Narkoba Pembawa 3 Kg Sabu

Sementara FA dan DJ, mengirimkan barang-barang tersebut dengan sistem tempel di suatu tempat.

Selain residivis, MIR. Juga merupakan bagian jaringan dari seorang bandar yang sudah berada di salah satu lapas di Jawa Barat. Polisi akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendalami kasus tersebut.

“Jaringan ini biasa mengedarkan sabu-sabu tersebut di wilayah Cirebon, dan sekitarnya dengan berkerjasama di salah satu lapas di Jawa Barat. Nanti akan kita lakukan pendalaman lagi terhadap bandar besar itu,” tutup Joni, sambil menambahkan ketiga tersangka ini terancam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X