Siswi SMP yang Diduga Dikeroyok 12 Siswi SMA di Pontianak Masih Diopname

Kompas.com - 09/04/2019, 19:34 WIB
Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak menggelar pers rilis terkait perkara pengeroyokan pelajar di Pontianak,  Kalimantan Barat, Selasa (9/4/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTA1Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak menggelar pers rilis terkait perkara pengeroyokan pelajar di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/4/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Siswi SMP di Pontianak berinisial AD (14) yang diduga dikeroyok 12 siswi SMA karena komentar di Facebook, masih menjalani opname di Rumah Mitra Medika.

Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak mengatakan, mereka selalu memantau perkembangan kesehatan korban di rumah sakit.

Sebelumnya, AD menjalani pemeriksaan pada bagian perut dan kepala.

"Tadi kami sudah ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan korban. Sejauh ini tidak ada masalah. Artinya sudah proses penyembuhan," kata Eka di Kantor KPPAD Kalbar, Jalan DA Hadi, Pontianak, Selasa (9/4/2019).

Baca juga: Ini Kronologi Pengeroyokan Siswi SMP oleh 12 Siswi SMA Gara-gara Komentar Facebook

Eka mengatakan, KPPAD akan fokus pada tugas pokok dan fungsi lembaga, yakni melakukan pelindungan dan pengawasan terhadap korban.

Maka dari itu, mereka berpesan kepada orangtua korban, jika ada pihak-pihak yang ingin menjenguk korban, diharap lansung berkoordinasi.

"Korban akan kami lindungi sesuai dengan tupoksi kami, yaitu perlindungan dan pengawasan. Tadi kami pesan kepada orangtua korban, jika ada siapapun yang ingin bertemu harus berkoordinasi kepada kami dulu," ujarnya.

Baca juga: Gara-gara Komentar soal Cowok di Facebook, 12 Siswi SMA Keroyok Siswi SMP di Pontianak

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil rekam medis korban dari Rumah Sakit Mitra Media Pontianak untuk menguatkan penyidikan.

Menurut dia, hasil visum yang sebelumnya telah dilakukan tidak menunjukkan ada luka. Sebab dilakukan satu pekan pasca-kejadian.

"Masih koordinasi sama rumah sakit kapan rekam medisnya bisa keluar," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X