Bawaslu Hentikan Kasus Eks Kapolsek Tuding Kapolres Garut Perintahkan Dukung Jokowi, Ini Alasannya

Kompas.com - 06/04/2019, 09:59 WIB
Empat komumisioner Bawaslu Garut saat memberikan keterangan Pers di kantor Bawaslu Gsrut, Jumat (5/4/2019) malamKOMPAS.com/ARI MAULANA KARANG Empat komumisioner Bawaslu Garut saat memberikan keterangan Pers di kantor Bawaslu Gsrut, Jumat (5/4/2019) malam

GARUT, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghentikan penyelidikan kasus tudingan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz terhadap Kapolres Garut mengarahkan untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Bawaslu menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran Pemilu dalam kasus ini.

"Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan para pihak, Bawaslu menilai Polri, khususnya Polres Garut beserta jajarannya netral, profesional dan tidak berpihak pada siapa pun," ujar Komisioner Bawaslu Ahmad Nurul Syahid dalam jumpa pers, Jumat (5/4/2019) malam.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Mantan Kapolsek Tuding Kapolres Garut Tidak Netral di Pemilu, Cabut Pernyataan hingga Emosi karena Pindah Tugas


Ahmad yang didampingi tiga komisioner Bawaslu lainnya, yaitu Asep Burhan, Iim Imron, Asep Nurjaman dan Asep Burhan menyampaikan, pihaknya telah memeriksa Sulman dan tiga Kapolsek lain, yaitu Kapolsek Garut Kota Kompol Uus Susilo, Kapolsek Karangpawitan Kompol Oon Suhendar dan Kapolsek Kadungora Jajang Rahmat.

Mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz mencabut keterangannya yang menyebut Kapolres Garut perintahkan untuk memenangkan Jokowi-Maruf, di Mapolda Metro Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (1/4/2019).Tribunjabar.id/Daniel Andreand Damanik Mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz mencabut keterangannya yang menyebut Kapolres Garut perintahkan untuk memenangkan Jokowi-Maruf, di Mapolda Metro Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (1/4/2019).
Dari hasil pemeriksaan empat Kapolsek tersebut, Bawaslu menyatakan pernyataan Sulman di media pada tanggal 31 Maret 2019 di kantor Hukum dan HAM Lokataru Jakarta tidak bisa dijadikan sebagai temuan dugaan pelanggaran Pemilu karena tidak memenuhi syarat formal dan materiil.

"Dari keterangan para pihak, Bawaslu tidak menemukan keterangan tentang identitas pelaku, uraian kejadian dan tempat peristiwa terjadinya dugaan pelanggaran," tutur Ahmad.

Baca juga: Alasan Mantan Kapolsek Cabut Pernyataan soal Perintah Kapolres Garut Dukung Jokowi

Selain itu, menurut dia, Bawaslu juga tidak menemukan adanya bukti apa pun terkait dugaan pelanggaran Pemilu sebagaimana yang dituduhkan Sulman dalam pernyataannya di media soal keberpihakan Kapolres Garut.

"Dugaan Kapolres Garut telah melakukan pelanggaran Pemilu, sebagaimana yang dituduhkan yaitu mengarahkan para Kapolsek dan jajarannya untuk mendukung salahsatu pasangan calon tidak terbukti," katanya.

Sebelumnya, Bawaslu menggelar rapat dengan tim Gakumdu membahas hasil pemeriksaan Sulman dan tiga Kapolsek lainnya yang diperiksa pada Kamis (4/4/2019). Rapat dilaksanakan di Kantor Bawaslu Garut Jumat (5/4/2019) hingga sekitar pukul 21.30 malam.

Baca juga: Kapolres Garut Bantah Tudingan Perintahkan Kapolsek Menangkan Jokowi

Mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz membuat pernyataan kepada media soal dugaan keberpihakan jajaran kepolisian Polres Garut dalam Pilpres 2019.

Dalam pernyataannya, Sulman menyebut Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengarahkan para Kapolsek agar mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam rapat bersama para Kapolsek.

Namun, pernyataan yang dibuat Minggu (31/4/2019) di kantor Hukum dan HAM Lokataru tersebut, belum 24 jam dicabut oleh Sulman pada Senin (1/1/2019) di Mapolda Jabar.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Upaya Bebaskan 23 ABK KM Mina Sejati yang Disandera, Personel Tambahan Dikerahkan

Upaya Bebaskan 23 ABK KM Mina Sejati yang Disandera, Personel Tambahan Dikerahkan

Regional
Protes, Warga Gelar Upacara di Tepi Lubang Bekas Tambang Batu Bara

Protes, Warga Gelar Upacara di Tepi Lubang Bekas Tambang Batu Bara

Regional
Kericuhan di Halaman DPR Aceh Dipicu Penurunan Paksa Bendera Merah Putih

Kericuhan di Halaman DPR Aceh Dipicu Penurunan Paksa Bendera Merah Putih

Regional
LBH Surabaya Kecam Tindakan Represif terhadap Mahasiswa Papua

LBH Surabaya Kecam Tindakan Represif terhadap Mahasiswa Papua

Regional
Soal Usul Pemakzulan Dirinya, Gubernur Sulsel Anggap Itu Pembunuhan Karakter

Soal Usul Pemakzulan Dirinya, Gubernur Sulsel Anggap Itu Pembunuhan Karakter

Regional
PKB Bentuk Tim Kajian Amandemen UUD 45 dan GBHN, Diketuai Profesor

PKB Bentuk Tim Kajian Amandemen UUD 45 dan GBHN, Diketuai Profesor

Regional
Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih, Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua

Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih, Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua

Regional
Mayat Pria Bersimbah Darah Ditemukan Dekat Sungai Tallo Makassar

Mayat Pria Bersimbah Darah Ditemukan Dekat Sungai Tallo Makassar

Regional
Usai Jalani Operasi 5 Jam, Polisi Korban Penyerangan Terduga Teroris di Surabaya Disebut Membaik

Usai Jalani Operasi 5 Jam, Polisi Korban Penyerangan Terduga Teroris di Surabaya Disebut Membaik

Regional
Kibarkan Merah Putih Tanpa Seragam, Puluhan Anggota Paskibra Menangis

Kibarkan Merah Putih Tanpa Seragam, Puluhan Anggota Paskibra Menangis

Regional
Lebih dari 24 Jam, TNI AL Belum Berhasil Bebaskan Sandera di KM Mina Sejati

Lebih dari 24 Jam, TNI AL Belum Berhasil Bebaskan Sandera di KM Mina Sejati

Regional
KM Mina Sejati yang Dibajak Alami Kebocoran dan Nyaris Tenggelam

KM Mina Sejati yang Dibajak Alami Kebocoran dan Nyaris Tenggelam

Regional
72 TKI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Sepanjang 2019

72 TKI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Sepanjang 2019

Regional
74 Tahun Indonesia Merdeka, Suku Terasing di Maluku Ini Akhirnya Gelar Upacara

74 Tahun Indonesia Merdeka, Suku Terasing di Maluku Ini Akhirnya Gelar Upacara

Regional
Khofifah Minta Warga Jatim Waspada Aksi Terorisme

Khofifah Minta Warga Jatim Waspada Aksi Terorisme

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X