Kapolres Garut Bantah Tudingan Perintahkan Kapolsek Menangkan Jokowi

Kompas.com - 01/04/2019, 17:20 WIB
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat ditemui di rumah dinasnya, Minggu (31/3/2019) malam KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANGKapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat ditemui di rumah dinasnya, Minggu (31/3/2019) malam

GARUT, KOMPAS.com – Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna membantah dirinya memberi instruksi kepada kapolsek yang ada di lingkungan Polres Garut untuk memenangkan pasangan capres cawapres nomor urut 01 dalam Pilpres 17 April 2019 nanti.

Bantahan ini disampaikan Budi setelah mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz memberi pernyataan ke media di Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia Lokataru yang dipimpin oleh aktivis Kontras Haris Azhar pada Minggu (31/3/2019) soal dugaan ketidaknetralan kepolisian dalam pilpres.

“Kalau menurut saya itu (tuduhan) tidak berdasar ya, enggak tahu dia (Sulman) ngomong begitu dasarnya apa,” jelas Kapolres kepada wartawan di rumah dinasnya, Minggu (30/3/2019) malam, saat dimintai tanggapan soal pernyataan mantan anggotanya.

Baca juga: 16 Kades di Jateng Diberi Peringatan Tertulis hingga Hukuman Pembinaan karena Tidak Netral

Soal tudingan mengarahkan dukungan yang disampaikannya dalam rapat bersama jajaran kapolsek seperti yang disampaikan Sulman, menurut Budi, tiap bulan dirinya selalu melakukan rapat bulanan dengan jajaran kapolsek. Tujuannya, untuk melakukan analisa dan evaluasi kegiatan kepolisian selama satu bulan.

“Pembahasannya yang pertama bicara tentang pemetaan kerawanan yang sudah jadi SOP kita, berikutnya pemetaan potensi konflik dan yang terakhir tingkat kriminalitas,” jelasnya.

Budi menyampaikan, Polres Garut memiliki 33 polsek yang membawahi 42 kecamatan dengan luas daerah yang sangat luas.

Selain wilayah yang cukup luas, potensi masyarakat juga cukup rawan diadu domba. Apalagi, saat ini menjelang pemilu.

“Riwayat di Garut tahu sendiri kan, kalau tidak sering anev (analisa evaluasi) dan komunikasi, bisa terlena, karena wilayahnya cukup luas,” katanya.

Budi mengaku, selama ini dirinya selalu menggaung-gaungkan pendekatan kepada masyarakat agar kondusivitas terjaga.

Dirinya pun berusaha menerapkan apa yang telah dilakukan dalam Pilkada 2018 lalu untuk menjaga keamanan dan kondusivitas Garut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X