Puluhan Warga Datangi Bawaslu Lombok Tengah Tuntut Caleg Golkar yang Melanggar Dimasukkan Kembali ke DCT

Kompas.com - 30/03/2019, 16:40 WIB
Puluhan warga minta Bawaslu Lombok Tengah mengembalikan nama calon anggota legislatif dari Golkar ke dalam DCT, Jumat (29/3/2019). KOMPAS.com/IDHAM KHALIDPuluhan warga minta Bawaslu Lombok Tengah mengembalikan nama calon anggota legislatif dari Golkar ke dalam DCT, Jumat (29/3/2019).

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Puluhan warga Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (29/3/2019).

Kedatangan warga ini untuk mendesak Bawaslu Lombok Tengah agar Caleg Dapil 3 dari Partai Golkar Baiq Sumarni, dimasukan kembali ke dalam daftar calon tetap (DCT).

Nama Baiq sebelumnya dicoret oleh Bawaslu Lombok Tengah dari DCT karena dinilai melanggar Undang-Undang Pemilu karena melibatkan aparatur sipil negara (ASN). 

Sehingga oleh pihak Bawaslu kemudian melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Praya.


Baca juga: Gugatan Sengketa Pemilu Kandas, Politisi Gerindra Ini Tetap dicoret dari DCT

Pada 19 Februari 2019 lalu, Baiq diputuskan bersalah karena melanggar Pasal 280 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang larangan kampanye melibatkan ASN.

Sementara itu kuasa hukum Baiq Sumarni, Muhanan mengatakan, pencoretan nama Baiq dari DCT harus memenuhi dua unsur pelanggaran, yakin pasal 280 tentang melibatkan ASN dan yang kedua pasal 284 tentang money politik.

Menurut dia, Baiq hanya melanggar pasal 280 UU no 7 tahun 2017 tentang tindak pidana pemilu.

"Pencoretan dari DCT itu kan jika melakukan dua pelanggaran, yaitu pelibatan ASN dan money politik, sedangkan klien saya hanya melanggar satu saja," ujar Muhanan.

Baca juga: Dicoret dari DCT, Politisi Gerindra Ajukan Gugatan

Muhanan menambahkan atas dasar itu, pihaknya mendatangi Bawaslu agar mengembalikan nama Baiq ke dalam DCT.

Ketua Bawaslu Lombok Tengah Abdul Hanamn mengatakan, tidak mengetahui pertimbangan KPU dalam mengambil keputusan sehingga mencoret nama caleg Baiq Sumarni.

"Kami tidak ada hubungannya atas pencoretan nama Baiq Sumarni, itu wewenang KPU," sebut Abdul di sela bertemu dengan warga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologis Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologis Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X