Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Cerita Penyandang Disabilitas yang Terharu Terima SK CPNS dari Ganjar

Kompas.com - 30/03/2019, 07:14 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan SK CPNS kepada Mohamad Hikmat, peyandang disabilitas,  di Kota Semarang, Jumat (29/3/2019). Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan SK CPNS kepada Mohamad Hikmat, peyandang disabilitas, di Kota Semarang, Jumat (29/3/2019).

KOMPAS.com - Kedua kakinya tak ada. Untuk berjalan, lelaki kelahiran Sukabumi 16 Mei 1993 ini harus menumpangkan tubuhnya ke atas skate board dan mengayunkan dengan kedua tangannya agar bisa berpindah tempat.

Seperti ketika hendak ke atas panggung untuk menerima Surakt Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, di halaman Kantor Gubernur, Jumat (29/3/2019).

Namanya Mohamad Hikmat. Sebelum naik ke atas panggung, ia sebelumnya duduk di kursi bersama 1.841 penerima SK.

Ketika hendak naik ke atas panggung, ia menurunkan badannya ke skate board. Kaos tangan pun ia kenakan. Sambil mengayunkan tangannya, anak keempat dari pasangan Rahmat Ali (64) dan Umaisi (61) itu dengan lancar naik ke atas panggung.

Ucapan selamat dari Ganjar Pranowo pun ia terima dengan penuh suka cita sambil menahan air mata agar tak membasahi pipinya.

Mohamad Hikmat, warga Kampung Cicau RT 3 RW 5 Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi penyandang tuna daksa itu lolos menjadi CPNS dan akan menjadi pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batang, Jawa Tengah.

Tak menyangka

Baginya, perjalanan menjadi CPNS tidaklah mudah. Apalagi sejak di awal pendaftaran, ia mengaku pesimistis.

"Saya tidak banyak berharap. Untuk berjalan saja, saya harus dibantu skate board. Saya hanya pengen tahu saja, bagaimana perjalanan menjadi CPNS itu. Biar mendapat pengalaman," tuturnya seperi dalam keterangan tertulis yang di terima Kompas.com, Jumat (29/3/2019).

Usai ikut tes di Stadion Pandanaran Wujil Ungaran, Mohamad Hikmat, sempat ketinggalan kereta di Stasiun Tawang. Akhirnya, ia tidur di stasiun dan ikut kereta berikutnya.

Alhasil, ketika menerima pengumuman dan dinyatakan lolos, Hikmat, sapaan akrabnya, mengakui jika pemerintah memang sangat perhatian kepada dirinya dan 12 penyandang disabilitas yang diterima menjadi CPNS.

Pemberkasan yang disyaratkan pada Senin (25/3/2019) pun mengharuskan dirinya kembali ke Semarang. Akibatnya, Hikmat harus meninggalkan pekerjaannya sehari-hari sebagai pengemudi taksi online dengan mobil yang sudah dimodifikasi.

"Bapak saya, tukang tensi keliling dari kampung ke kampung. Ibu hanya di rumah. Saya tinggal di Jakarta bersama kakak," ujar alumni Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Islam Nusantara Bandung 2017 itu.

Baginya, pengalaman menjadi tenaga pengajar di SLB Ajiterep Cimahi, SLB Adzkia, SLB Budi Nurani, SLB Bakti Pertiwi dan tenaga lepas dari kantor BPJS yang membuat pengalamannya bertambah.

Diakuinya, pada 2012, untuk mencari pekerjaan ia rasakan sangat susah. Keputusan kuliah pun ia lakukan agar mendapat kompetensi yang mumpuni.

Beruntung semakin ke sini, pemerintah mengeluarkan peraturan jika setiap instansi wajib membuka peluang satu persen dari jumlah yang dibutuhkan untuk disabilitas.

Sejak saat itu, aksesbilitas kaum difabel pun dibangun. Alhasil, kesempatan makin terbuka lebar.

Hikmat mengakui, kompetensi teman-temannya sesuai bidangnya masing-masing juga harus dikuasai. Karena, instansi pemerintah dan swasta sudah terbuka.

"Tentu saya berharap, nanti bisa bekerja, menjaga integritas, nama baik, tidak korupsi, jujur, agar mendapat keberkahan. Selain itu, bisa memotivasi orang lain, untuk tergerak lebih maju," katanya.

Harus ramah difabel

Gubernur Ganjar Pranowo menjelaskan, pihaknya sudah berkali ulang meminta seluruh gedung perkantoran dan pelayanan publik harus ramah difabel, termasuk pedestrian.

Kalangan difabel pun juga dilibatkan dalam proses pembangunan. Misalnya dalam Musrenbangwil Jateng di beberapa wilayah akhir-akhir ini.

"Bantuan pelatihan maupun sarana dan prasarana juga kami berikan," tandasnya.

Saat memberikan SK kepada Hikmat, Ganjar juga berpesan untuk memiliki semangat dan pantang mundur, menjaga integritas dan tetap mboten(tidak) korupsi dan mboten ngapusi (tidak berbohonh).

Ganjar menambahkan usai menerima surat keputusan tersebut, mereka bakal digembleng untuk peningkatan kualitas serta integritas baik di dalam maupun luar negeri. Ganjar mengatakan para CPNS ini merupakan bibit-bibit unggul Pegawai Negeri Sipil.

"Ini peningkatan kualitas PNS. Ini bibitnya bagus bagus. Tugas kami nanti SDM kita akan melakukan peningkatan kapasitas dengan pelatihan pelatihan," katanya.

Untuk pelaksanaan pelatihan tersebut, Ganjar menjelaskan bukan hanya dilangsungkan di dalam negeri. Hal iini dilakukan untuk membuka pemikiran para abdi negara agar mampu bersaing di kancah global.

Tentunya pelatihan tersebut dikhususkan bagi para PNS yang sudah khatam soal integritas

"Tidak hanya dalam, termasuk luar negeri. Kemarin habis dikasih tahu salah satu staf dari Biro Perekonomian yang baru lulus dari New Zealand mereka ternyata di sana bisa the best juga. Artinya kami beri kesempatan luas bagi mereka," katanya.

Perlu diketahui CPNS ini merupakan tahapan sebelum akhirnya seseorang diangkat sebagai abdi negara. Mereka perlu waktu satu tahun untuk membuktikan kapasitasnya dalam berbagai pelatihan dan ujian melalui masa orientasi, masa pra jabatan dan lainnya.

Jika ditengok dari sisi pendapatan, mereka hanya akan menerima gaji sebesar 80 persen dari gaji PNS. Karena soal kapabilitas tersebut, Ganjar menegaskan bahwa proses dan hasil CPNS ini tidak ada campur tangan atau intervensi dari pihak manapun.

"Mereka adalah energi baru di birokrasi. Ada lebih banyak gurunya. Ada tenaga fungsional dan beberapa tenaga teknis. Dan ada yang dari yang berkebutuhan khusus. Ini kami tunjukkan penerimaannya secara fair," ujarnya

"Tadi saya sempat menanyakan apakah ada kolusi, mbayar, yang prosesnya tidak bener. Semuanya clear. Putrane Pak Sekda aja nggak keterima. Ini kita tunjukkan bahwa kita fair," katanya lagi.

Sebagai informasi, ribuan penerima SK tersebut telah melalui berbagai tahapan seleksi dari administrasi sampai uji kemampuan.

Total ada enam tahapan yang harus dilalui para peserta tes CPNS dari pendaftaran hingga pengumuman kelolosan.

Adapun tahapan yang sering dianggap terberat adalah proses Computer Assisted Test (CAT). Dalam proses CAT tersebut terdapat slot pertanyaan tentang kemanusiaan hingga kebangsaan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya