Taufik Kurniawan Tak Tahu Uang Rp 3,65 Miliar Bersumber dari "Fee" DAK

Kompas.com - 28/03/2019, 10:19 WIB
Wakil Ketua DPR nonaktif Taufik Kurniawan (kanan) berjalan meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Selasa (5/3/2019). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara Taufik Kurniawan tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen, ke tahap penuntutan (P21) dan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AWakil Ketua DPR nonaktif Taufik Kurniawan (kanan) berjalan meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Selasa (5/3/2019). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara Taufik Kurniawan tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen, ke tahap penuntutan (P21) dan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

SEMARANG, KOMPAS.com - Terdakwa kasus kepengurusan dana daerah (DAK) Taufik Kurniawan mengaku tidak mengetahui sumber uang yang diterimanya dari mantan Bupati Kebumen M Yahya Fuad sebesar Rp 3,65 miliar.

Kuasa hukum Taufik Elza Syarief mengungkapkan, kliennya memang menerima uang pemberian dari Yahya. Namun, uang yang diberikan dianggap dari hasil pengembalian hutang.

Setelah mengetahui uang berasal dari fee DAK, Taufik mengembalikan uang yang diterimanya ke negara. Uang sebesar Rp 3,65 miliar telah diserahkan ke negara pada awal Maret 2019.

"Pak Taufik merasa itu uang partai, itu uang pengembalian. Ketika pemenangan bupati (Kebumen) itu kan Pak Taufik keluar uang, dan itu kan biasa, lalu pikirnya dikembalikan uangnya," kata Elza, sesuai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/3/2019) sore kemarin.

Baca juga: Taufik Kurniawan Bantah Minta Jatah Fee 5 Persen dari DAK

Dikatakan Elza, Taufik baru mengetahui sumber uang itu setelah adanya pengembangan penyidikan dari kasus Yahya. Diketahui kemudian, jika uang yang diserahkan adalah fee kepengurusan DAK.

Taufik, kata Elza, tidak akan menerima uang jika tahu sumbernya dari negara. Kliennya menerima uang karena dianggap uang pengembalian hutang.

"Ternyata itu uang fee, dan itu sudah dikembalikan. Kalau tahu aliran dana dari negara, pasti sudah dikembalikan," tambahnya.

Disinggung mengenai waktu pengembalian ketika proses penyidikan, Elza mengaku baru mengetahuinya setelah ada temuan baru.

Setelah tahu, Taufik lalu konsultasi dengan penasehat hukum, lalu diputuskan uang yang diterima dikembalikan.

Baca juga: Eks Bupati Yahya Fuad Merasa Tak Diteror dalam Kasus Taufik Kurniawan

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, pada Selasa (5/3/2019), mengatakan, KPK telah menerima pengembalian uang senilai Rp 3,65 miliar dari Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Regional
Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Regional
Dua Polisi dan Seorang Pecatan Brimob Berkomplot Rampok Truk Kompos

Dua Polisi dan Seorang Pecatan Brimob Berkomplot Rampok Truk Kompos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X