Kasus Pembakaran Kendaraan di Jateng Masih Misterius, Polisi Akui Kesulitan Mengungkapnya

Kompas.com - 27/03/2019, 23:06 WIB
Misteri pembakaran kendaraan di Jawa Tengah. KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOMisteri pembakaran kendaraan di Jawa Tengah.

SEMARANG, KOMPAS.com – Kepolisian Daerah Jawa Tengah masih menyelidiki kasus pembakaran kendaraan bermotor yang terjadi di beberapa kota di Jateng di awal tahun 2019 ini. Polisi masih membutuhkan waktu karena kesulitan mencari barang bukti.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Agus Triatmadja, menjelaskan, dari kasus pengungkapan pembakaran kendaraan bermotor, yang berhasil diungkap baru di wilayah hukum Kabupaten Temanggung.

Sementara wilayah lain masih belum berhasil diungkap. Polisi menyebut, kesulitan mengungkap karena minim alat bukti dan keterangan saksi ketika pembakaran kendaraan itu terjadi.

“Seperti yang saya sampaikan dulu, karena minim barang bukti dan saksi,” ujar Agus, saat dikonfirmasi, Rabu (27/3/2019).

Baca juga: 5 Fakta Kasus Pembakaran Kendaraan di Semarang, 450 Personel Polisi Diterjunkan hingga Minimnya Bukti dan Saksi

Dijelaskan Agus, kasus di Kota Semarang adalah terbanyak. Namun seluruhnya belum terungkap, begitupun kasus di Kabupaten Grobogan, Kendal dan Kabupaten Semarang. Hanya Kabupaten Temanggung yang kasusnya berhasil diungkap.

“Yang di daerah Semarang masih dalam penyelidikan. Kalau yang di Temanggung 2 kejadian sudah terungkap. Wilayah lain masih dalam penyelidikan,” katanya.

Membuat Resah

Polres Temanggung menangkap dua pelaku pembakaran dua unit sepeda motor milik Sungkono (54), warga Kalisalam, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2019).

Pelaku berinisial BW (38) dan ES (31), warga Desa Ketitang membakar motor Sungkono pada Senin (18/2/2019). Kedua pelaku mengaku sengaja membakar motor milik Sungkono karena diperintahkan oleh seseorang dengan sejumlah imbalan.

Baca juga: Teror Pembakaran Kendaraan, Ganjar Ajak Warga Jateng Hidupkan Lagi Ronda Malam

"Hasil pengakuan mereka, mereka melakukan pembakaran karena disuruh seseorang demi imbalan uang Rp 1 juta," ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi, saat pengungkapan kasus di Mapolres Temanggung, Sabtu (23/2/2019).

BW berperan sebagai eksekutor dengan cara menyiram bensin sebelum kemudian menyulut korek api gas. Sedangkan tersangka ES, turut membantu BW dan bersama-sama membeli bensin. Saat beraksi, tersangka mengendarai sepeda motor matic.

Sekitar 300 meter sebelum lokasi, ia menuntun sepeda motornya sampai di depan teras rumah korban. Tersangka kemudian menuangkan bensin ke arah salah satu sepeda motor korban yang terparkir di teras.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

Regional
Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X