Abu Tours Didakwa Pasal Pidana Pencucian Uang, Penasihat Hukum Ajukan Eksepsi

Kompas.com - 27/03/2019, 19:21 WIB
Mantan CEO Abu Tours Muhammad Hamzah Mamba saat menghadiri sidang korporasi Abu Tours di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (27/3/2019). KOMPAS.com/HIMAWAN Mantan CEO Abu Tours Muhammad Hamzah Mamba saat menghadiri sidang korporasi Abu Tours di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (27/3/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penasihat hukum korporasi PT Amanah Bersama Umat atau Abu Tours Travel membacakan eksepsinya di dalam persidangan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang mendakwa perusahaan travel umrah ini dalam kasus penipuan dan pencucian uang jemaah umrah.

Korporasi Abu Tours dalam dakwaan Tim JPU juga terlibat dalam perkara tindak pidana pencucian uang seperti dalam pasal 3 juncto pasal 6 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP juncto pasal 64 ayat 1 ke (1) KUHP. 

Hendro Saryanto yang membacakan eksepsi menyebut dakwaan jaksa penunutut umum tidak jelas, tidak lengkap, dan tidak cermat.

Baca juga: Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara


Apalagi vonis yang bisa dijatuhkan kepada korporasi Abu Tours sesuai pasal 25 ayat 2 PERMA 13/2016 tentang tata cara penanganan tindak pidana korporasi.

"Setelah kita baca dakwaan, JPU sendiri sebenarnya tidak paham mengenai masalah korporasi," kata Hendro saat diwawancara di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (27/3/2019).

Hendro keberatan dengan pasal pencucian uang yang didakwakan jaksa. Ketidakcermatan pasal tersebut akan bisa membuat Hamzah Mamba, yang mewakili korporasi Abu Tourd di persidangan berpotensi mendapatkan hukuman ganda.

Selain itu, jika Abu Tours dikenakan pidana denda, maka hal ini berpotensi melanggar putusan pailit korporasi Abu Tours oleh Pengadilan Niaga Makassar beberapa waktu lalu.

Baca juga: BERITA POPULER NUSANTARA: Vonis 20 Tahun Bos Abu Tours hingga Tanggapan Sandiaga Terkait Vonis Ahmad Dhani

Sebabnya, Abu Tours saat ini sudah tidak memiliki aset karena sudah disita oleh kurator yang ditunjuk oleh PN Niaga Makassar.

"Dari uraian itu dakwaan Jaksa Penuntut Umum batal demi hukum karena dakwaan tidak memenuhi syarat yang diminta dalam pasal 142 ayat (2) KUHAP," imbuhnya.

Sementara itu, Tim Jaksa Penuntut Umum mengungkap disidangnya korporasi Abu Tours ini menjadi jalan untik mengejar aset-aset baru Abu Tours yang belum tersita.

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulsel Narendra Jatna mengatakan sidang ini sesuai dengan undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X