TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

Kompas.com - 21/03/2019, 12:04 WIB
Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) dari tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamal Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam kembali berhasil menggagalkan aksi penyelundupan benih lobster. KOMPAS.com/ HADI MAULANAJajaran TNI Angkatan Laut (AL) dari tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamal Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam kembali berhasil menggagalkan aksi penyelundupan benih lobster.


BATAM, KOMPAS.com - Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) dari tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamal Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam, kembali menggagalkan aksi penyelundupan benih lobster.

Kali ini, para penyeludup menggunakan speedboat dengan mesin 200 Pk sebanyak empat buah yang akan dikirim ke Singapura.

Kolonel Laut (P) Alan Dahlan mengatakan, penangkapan speed boat yang akan melakukan penyeludupan benih lobster tersebut terjadi di Perairan Pasir Toga atau tepatnya di sekitar selat antara Pulau Tjombol dan Pulau Sugi, Kepulauan Riau.

Baca juga: Per Maret 2019, Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp 52,6 Miliar Digagalkan

Penyelundupan dapat digagalkan setelah pihaknya menerima informasi intelijen bahwa akan adanya penyeludupan benih lobster menggunakan speed boat dari Batam menuju Singapura.

"Dari informasi tersebut, begitu dikembangkan, akhirnya tim gabungan berhasil menyelamatkan benih lobster asal Indonesia yang akan diselundupkan ke Singapura," kata Alan Dahlan, di Lanal Batam, Kamis (21/3/2019).

Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) dari tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamal Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam kembali berhasil menggagalkan aksi penyelundupan benih lobster.KOMPAS.com/ HADI MAULANA Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) dari tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamal Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam kembali berhasil menggagalkan aksi penyelundupan benih lobster.

Benih lobster yang berhasil diamankan berjumlah 304.354 ekor atau senilai Rp 46.109.000.000 yang dibungkus dalam 1.483 kantong plastik dan dimasukan kedalam 36 kotak.

Baca juga: Digagalkan, Penyeludupan Lobster Senilai Rp 19 Miliar di Bandara Soetta

"Dari 36 kotak itu terbagi 33 kotak atau berjumlah 1.426 kantong jenis pasir berjumlah 295.236 ekor dan 3 kotak atau sebanyak 57 kantong berjumlah 9.118 ekor jenis mutiara," ujar dia.

Saat ini, ratusan ribu benih lobster tersebut akan diserahterimakan ke Kantor Karantina KKP Batam, untuk dilaksanakan lepas liarkan.

"Harga jual benih lobster tersebut bervariasi, untuk benih lobster jenis pasir perekornya sebesar Rp 150.000 dan jenis mutiara sebesar Rp 200.000," pungkas dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Regional
Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Regional
Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Regional
Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Regional
Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Regional
Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Regional
Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Regional
Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Regional
Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Regional
Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Regional
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Regional
Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Regional
Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Regional
Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X