Ingin Beli Baju di Mal, Dukun Pengganda Uang Tipu Warga Rp 10 Juta

Kompas.com - 20/03/2019, 18:16 WIB
Dua bersaudara pelaku penipuan bisa mengandakan uang ditangkap polisi dengan beberapa barang bukti (KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI) Kapolsek Kendari Kompol Redy Hartono memperlihatkan barang bukti yang digunakan dua bersaudara dalam aksi penipuanDua bersaudara pelaku penipuan bisa mengandakan uang ditangkap polisi dengan beberapa barang bukti (KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI)

KENDARI, KOMPAS.com - Dua bersaudara warga asal Kota Biak, Provinsi Papua, Sahril (33) dan Salimin (26), ditangkap petugas Kepolisian Sektor (Polsek ) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) karena telah menipu empat warga setempat.

Kakak beradik yang baru saja datang di Kota Kendari pada Februari lalu menjalankan aksi jahatnya itu dengan modus berpura-pura menjadi orang sakti yang bisa menggandakan uang.

Kepada polisi, Sahril mengaku bahwa aksi penipuan dilakukannya demi memenuhi keinginan pribadinya untuk dapat berbelanja pakaian di mal.

Ia beraksi dengan mengajak adiknya, Salimin. Mereka menggunakan modus menggandakan uang yang dipelajarinya melalui video YouTube.


Kapolsek Kendari Kompol Redy Hartono membenarkan perbuatan pidana itu. Menurutnya, dalam menjalankan aksinya, Salimin, adik pelaku, bertugas mencari korban dengan menghubungi kenalannya yang tinggal di Kendari. Lalu orang-orang itu dikenalkan kepada Sahril yang mengaku bisa menggandakan uang.

Baca juga: Polisi Tangkap Dukun Cabul yang Tawarkan Jasa via Instagram

Empat orang korban terperdaya oleh bujukan Salimin. Mereka adalah Hajar, Awal, Santi, dan Rasidin. Mereka mengumpulkan uang sejumlah Rp 10 juta. Pelaku menjanjikan mereka menggandakan uang tersebut menjadi Rp 3 miliar.

“Syahril mengaku aksinya itu sudah terbukti di Kabupaten Buton. Salimin memberikan keyakinan pada korban dengan mengatakan, Syahril di kampungnya mempunyai rumah mewah, emas batangan berton-ton,” ungkap Redy saat dikonfirmasi, Rabu (20/3/2019).

Selanjutnya, uang itu dimasukkan ke kardus, lalu dibawa masuk ke kamar oleh Syahril. Uang itu disimpan dengan maksud perlu disempurnakan selama dua hari dua malam.

Untuk meyakinkan kesaktiannya, pelaku menyimpan tasbih di atas kain yang menutupi kardus itu.

Bukannya berlipat ganda, uang Rp 10 juta milik korban itu malah digunakan untuk belanja baju di mal dan hura-hura.

Pelaku juga sempat mengajak korban makan-makan dan karaokean dengan uang yang sebenarnya milik korban.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X