NEWS
Salin Artikel

Ingin Beli Baju di Mal, Dukun Pengganda Uang Tipu Warga Rp 10 Juta

Kakak beradik yang baru saja datang di Kota Kendari pada Februari lalu menjalankan aksi jahatnya itu dengan modus berpura-pura menjadi orang sakti yang bisa menggandakan uang.

Kepada polisi, Sahril mengaku bahwa aksi penipuan dilakukannya demi memenuhi keinginan pribadinya untuk dapat berbelanja pakaian di mal.

Ia beraksi dengan mengajak adiknya, Salimin. Mereka menggunakan modus menggandakan uang yang dipelajarinya melalui video YouTube.

Kapolsek Kendari Kompol Redy Hartono membenarkan perbuatan pidana itu. Menurutnya, dalam menjalankan aksinya, Salimin, adik pelaku, bertugas mencari korban dengan menghubungi kenalannya yang tinggal di Kendari. Lalu orang-orang itu dikenalkan kepada Sahril yang mengaku bisa menggandakan uang.

Empat orang korban terperdaya oleh bujukan Salimin. Mereka adalah Hajar, Awal, Santi, dan Rasidin. Mereka mengumpulkan uang sejumlah Rp 10 juta. Pelaku menjanjikan mereka menggandakan uang tersebut menjadi Rp 3 miliar.

“Syahril mengaku aksinya itu sudah terbukti di Kabupaten Buton. Salimin memberikan keyakinan pada korban dengan mengatakan, Syahril di kampungnya mempunyai rumah mewah, emas batangan berton-ton,” ungkap Redy saat dikonfirmasi, Rabu (20/3/2019).

Selanjutnya, uang itu dimasukkan ke kardus, lalu dibawa masuk ke kamar oleh Syahril. Uang itu disimpan dengan maksud perlu disempurnakan selama dua hari dua malam.

Untuk meyakinkan kesaktiannya, pelaku menyimpan tasbih di atas kain yang menutupi kardus itu.

Bukannya berlipat ganda, uang Rp 10 juta milik korban itu malah digunakan untuk belanja baju di mal dan hura-hura.

Pelaku juga sempat mengajak korban makan-makan dan karaokean dengan uang yang sebenarnya milik korban.

Penipuan terungkap

Setelah dua hari kemudian, uang yang dijanjikan pelaku bertambah itu tidak terbukti. Salah satu korban yang sudah sadar telah ditipu akhirnya melapor ke Polsek Kendari. Namun kedua pelaku telah meninggalkan Kendari dan kembali ke Biak, Papua. 

“Kata pelaku uang itu perlu disempurnakan dengan menyembelih seekor sapi dan berzakat. Lalu akhir Februari keduanya lari meninggalkan Kota Kendari menuju Biak Papua dengan membawa Rp 10 juta," terangnya.

"Tapi kita pancing dia kembali. Kita pura-pura ingin menyetor uang untuk digandakan,” beber Redy.

Tanpa curiga, kedua pelaku kembali ke Kendari. Saat itulah jajaran Polsek Kendari membekuk keduanya di BTN Pepabri Blok A 5, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada Selasa (19/3/2019) kemarin.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti kardus, kain, tasbih, dan tiga lembar baju yang digunakan sebagai alat untuk menipu.

Kapolsek Kendari menambahkan, belajar dari kasus ini, ia mengimbau masyarakat Kota Kendari agar tidak mudah percaya dengan orang yang bisa menggandakan uang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua bersaudara itu, Sahril dan Salimin dikenakan Pasal 378 juncto pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

https://regional.kompas.com/read/2019/03/20/18162141/ingin-beli-baju-di-mal-dukun-pengganda-uang-tipu-warga-rp-10-juta

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.