Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Walikota Semarang Libatkan Penasihat Obama untuk Tuntaskan Banjir

Kompas.com - 13/03/2019, 20:55 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat hadir bersama Henk Ovink pada seminar Water As Leverage Of Recilient City di Balaikota Semarang, Rabu (13/3/2019).  Dok Pemkot SemarangWali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat hadir bersama Henk Ovink pada seminar Water As Leverage Of Recilient City di Balaikota Semarang, Rabu (13/3/2019).
Editor Latief

SEMARANG, KOMPAS.com - Penasihat senior Barack Obama saat menjadi Presiden Amerika Serika, Henk Ovink, Rabu (13/3/2019), datang ke Kota Semarang untuk bertemu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Bukan tanpa alasan, sosok yang pernah sukses mengatasi pemasalahan badai topan Sandy di AS pada era Presiden Obama, diharapkan dapat mengulang kesuksesannya di Kota Semarang. Sebagai pakar di bidang pengelolaan air, Henk Ovink, dinilai menjadi orang yang tepat untuk bisa melakukan supervisi penanggulangan banjir di Kota Semarang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat hadir bersama Henk Ovink pada seminar "Water As Leverage Of Recilient City" di Balaikota Semarang. Hendi, sapaan akrab disapa Wali Kota Semarang, menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 hal yang akan digarap oleh Henk Ovink untuk Kota Semarang.

Pertama, terkait Ramah Air Kawasan Industri untuk mengurangi pengambilan air tanah di 9 kawasan industri di Kota Semarang. Kedua, terkait Jaringan Kampung Tangguh agar setiap perkampungan di Kota Semarang bisa mendapatkan suplai air yang cukup, baik pada musim hujan maupun musim kemarau.

Selanjutnya, yang ketiga, terkait Zona Pesisir Terintegrasi sehingga wilayah pesisir di Kota Semarang terbebas dari permasalahan rob. Sementara hal keempat adalah 'Penyerapan Air Daerah Semarang Atas' yang menjadi penting untuk menghindari banjir kiriman.

Adapun yang terakhir, hal kelima, terkait Perbaikan Sistem Drainase Kota akan bersinergi dengan program peningkatan drainase. Hal ini sudah dilakukan oleh Hendi bersama Pemerintah Kota Semarang sebelumnya.

"Dulu, ketika pertama kali menjabat sebagai Wali Kota Semarang, banyak yang berpesan kepada saya, kalau mau jadi legenda cukup tangani permasalahan banjir di Kota Semarang. Ini menunjukkan begitu peliknya persoalan banjir di Kota Semarang hingga muncul ungkapan-ungkapan seperti itu," kata Hendi.

Untuk itu, lanjut Hendi, dia mengaku berterima kasih kepada Henk Ovink bersama Kerajaan Belanda yang punya perhatian khusus terhadap Kota Semarang.

"Terutama agar permasalahan banjir dapat tuntas tertangani," kata Hendi.

Hendi juga menceritakan awal pertemuannya dengan Henk Ovink. Dirinya mengaku kagum dengan sebuah teori sederhana yang direncanakan. Hendi menilai teori itu sangat realistis untuk dilakukan di Kota Semarang.

"Henk memberikan sebuah teori agar Kota Semarang dapat menahan dan mengelola air hujan sehingga tidak cepat mengalir menuju lautan atau bahkan menyebabkan banjir," tutur Hendi.

"Kemudian, langkah-langkah pemanfaatan dan pengelolaan air yang sedemekian rupa dari Henk ini akan dikerjakan melalui serangkaian supervisi." tambah Hendi.

Pendampingan Henk Ovink dalam menangani banjir Kota Semarang itu sendiri sebenarnya telah dijajaki sejak September 2018 lalu. Dalam penjajakannya saat itu Henk memaparkan adanya 2, 1 miliar orang di seluruh dunia yang terpaksa harus memanfaatkan air tercemar.

Tak hanya itu. Menurut Henk, sebanyak 25 juta orang terpaksa mengungsi akibat bencana terkait perubahan iklim. Karenanya, Henk menegaskan bahwa permasalahan air bersih menjadi masalah bersama, lintas bangsa dan negara sehingga membutuhkan komitmen seluruh warga dunia untuk mengolah dan memanfaatkan seefektif mungkin sumber daya air.

Adapun mereka yang hadir bersama Henk Ovink di Kota Semarang saat itu antara lain Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia Rob Swartbol, Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian PUPR Ir. Trisasongko Widianto, serta Kepala Sub Direktorat Kelembagaan Informasi dan Regulasi BAPPENAS Reghi Pradana.

Pada kesempatan itu Hendi juga menyatakan sangat menaruh harapan besar kepada Henk agar mampu berkontribusi besar dalam penanganan banjir di Kota Semarang. Kehadiran Henk sendiri dianggap sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk menuntaskan permasalahan banjir di kota itu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Regional
Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Regional
Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Regional
Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
komentar di artikel lainnya