Semarang Mulai Uji Coba Tanam Bawang Putih

Kompas.com - 05/03/2019, 17:09 WIB
Suliyem, petani bawang putih dari Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, memanen dini karena adanya cuaca ekstrim, Senin (4/3/2019). KOMPAS.com/NAZAR NURDINSuliyem, petani bawang putih dari Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, memanen dini karena adanya cuaca ekstrim, Senin (4/3/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Semarang, mulai tahun 2019 ini mulai melakukan uji coba penanaman bibit bawang putih.

Lahan seluas 20 hektar di Kecamatan Banyubiru akan dijadikan daerah percontohan.

Kepala bidang pertanian pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Alfiah menerangkan, lahan seluas 20 hektar disiapkan di daerah Seppakung, Kecamatan Banyubiru. Para petani akan mendapat pembinaan langsung dari pemerintah.

“Tahun 2019 ini ada anggaran dari APBN. Dianggarkan untuk wilayah Sepakung seluas 20 hektar untuk ditanami bawang putih,” ujar Alfiah saat dihubungi, Selasa (5/3/2019).

Untuk penanaman bawang putih, pemerintah telah menggandeng kelompok tani di daerah tersebut. Selain bantuan benih dan sarana produksi (saprodi), nantinya akan ada penyuluh pertanian yang aktif membantu petani.

Alfiah menegaskan, wilayah Seppakung cocok ditanami bawang putih karena berada jauh di atas 800 mdpl. Ia pun yakin proyek percontohan di daerah itu akan berhasil.

“Kalau APBN itu pendampingan ada presentasenya, kami akan ikut berdayakan petani agar mereka mandiri. Pembinaan/pendampingan ada tenaga teknis, dan tim evaluasi,” tandasnya.

Baca juga: 200 Hektar Lahan Hutan di Bondowoso Ditanami Bawang Putih

Selain bantuan dari dana pusat, Pemkab Semarang juga tahun ini telah dibantu kemitraan membuka pertanian bawang putih. Bahkan uji coba penanaman bibit bawang putih berhasil dilakukan dengan panen perdana pada Senin (4/3/2019) kemarin.

Di lahan seluas 3.000 meter persegi, hasil panen mencapai 7 hingga 8 ton, meski bawang dipanen secara dini karena cuaca ekstrem. Alfiah pun mengajak para petani agar bersedia menanam bawang putih.

“Ini awal petani menanam bawang, dulu pernah menanam, tapi ditinggal. Ini sudah kembali menanam dengan sistem kemitraan, tahun ini ada APBN,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah petani bawang putih di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terpaksa memanen bawang lebih dini karena adanya cuaca ekstrem. Hujan es berikut kabut yang kerap terjadi di wilayah Kopeng membuat varietas tersebut dipanen lebih awal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X