Peternak Ayam Ciamis Usul Dibuka Kawasan Perunggasan di Lahan Tidur

Kompas.com - 05/03/2019, 15:14 WIB
Ilustrasi peternakan ayam. ShutterstockIlustrasi peternakan ayam.

CIAMIS, KOMPAS.com - Pengusaha peternakan ayam di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengusulkan lahan tidur dibuka untuk kawasan perunggasan.

Usulan ini disampaikan saat forum grup diskusi antara peternak dengan pemerintah daerah di Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Selasa (5/3/2019).

"Di luar negeri, saya lihat kandang-kandang yang dikelola petani di bawah hutan lindung," kata pengusaha ternak ayam, H Udin, disela diskusi.

Dia mencontohkan, kawasan perunggasan bisa dibuat di daerah Kecamatan Panjalu, dan kawasan Jahim, Kecamatan Sukamantri. "Ada lahan tidur dari bentangan batas Ciamis (dengan Kabupaten Tasikmalaya) sampai Kawali," kata dia.

Baca juga: Harga Ayam Anjlok, Peternak di Sumedang Minta Pemerintah Intervensi

Dia mengatakan, pemerintah tidak memberi izin kawasan perunggasan yang berdekatan dengan permukiman penduduk. Hal ini karena polusi udara. "Faktor kesehatan juga," kata Udin.

Oleh karenanya, menurut dia, kawasan perunggasan harus jauh dari permukiman penduduk. Salah satunya di bawah hutan lindung.

"Untuk menghindari konflik dengan warga karena kandang di belakang rumah," kata dia.

Jika kawasan dan perizinannya sudah ada, Udin mengatakan, para pengusaha akan mengajak peternak kecil bekerja sama dengan sistem maklun. Nantinya yang membina, memodali, memberi pakan unggas adalah pengusaha.

"Di sana akan membuat percontohan, (memodali) 30.000 (bibit ayam) untuk satu petani atau peternak. Yang memelihara mereka. Jadi, petani punya usaha," kata dia.

Agar lahan tidak erosi, Udin mengatakan, pihaknya siap menanam pohon penahan erosi, di antaranya pohon Flamboyan dan Trembesi. Dua pohon ini kuat bertahan ratusan tahun, dan bisa menjaga stok air tanah.

"Nanti lahan-lahan yang tandus bisa subur," ucap dia.

Menanggapi usulan pengusaha, Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Otong Bustomi mengatakan, usulan tersebut sejalan dengan konsep di dinasnya. 

Baca juga: Fakta di Balik Kisah Sukses Heru Si Peternak Ikan Cupang, Untung Rp 15 Juta Per Bulan hingga Bantu Cegah DBD

"Kami coba bangun kawasan usaha peternakan atau Kunak," kata dia.

Pihaknya, lanjut Otong, akan mencari lahan-lahan tidur milik pemerintah daerah yang tidak dimanfaatkan, lahan gersang tidak bermanfaat.

"Kami kerja sama dengan pengusaha dan perbankan," ujar dia.

Pengusaha akan jadi pemodal bagi peternak kecil. Sedangkan, pemerintah sebagai penyedia lahan bisa mendapat keuntungan dari sewa lahan tersebut.

"Bisa jadi sumber pendapatan asli daerah," ujar Otong.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Regional
6 Penyelam Marinir Dikerahkan Cari WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon

6 Penyelam Marinir Dikerahkan Cari WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia oleh 2 Pelajar, Berawal dari Bau Busuk

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia oleh 2 Pelajar, Berawal dari Bau Busuk

Regional
2 Wisatawan yang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Ditemukan

2 Wisatawan yang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Ditemukan

Regional
Zona Hijau Covid-19 di Sumbar Tinggal 3 Daerah

Zona Hijau Covid-19 di Sumbar Tinggal 3 Daerah

Regional
Ditemukan Tewas di Dekat Kuburan, Bocah 8 Tahun Ini Diduga Korban Balas Dendam

Ditemukan Tewas di Dekat Kuburan, Bocah 8 Tahun Ini Diduga Korban Balas Dendam

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah di Ambon, Brimob Dikerahkan untuk Pencegahan

Kasus Covid-19 Bertambah di Ambon, Brimob Dikerahkan untuk Pencegahan

Regional
Turunkan Harga Jadi Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Mi Ayam di Yogyakarta Laku 300 Mangkuk Per Hari

Turunkan Harga Jadi Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Mi Ayam di Yogyakarta Laku 300 Mangkuk Per Hari

Regional
Cium Bau Busuk Saat Memancing, Dua Pelajar di Jambi Temukan Kerangka Manusia

Cium Bau Busuk Saat Memancing, Dua Pelajar di Jambi Temukan Kerangka Manusia

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi, Ini Pesannya untuk Warga yang Tak Diundang

Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi, Ini Pesannya untuk Warga yang Tak Diundang

Regional
Dengar Kabar Gagal Dampingi Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan, Kerabat Luhut Protes

Dengar Kabar Gagal Dampingi Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan, Kerabat Luhut Protes

Regional
Periksa 1.929 Sampel, Sumbar Temukan 27 Kasus Positif Covid-19 Baru

Periksa 1.929 Sampel, Sumbar Temukan 27 Kasus Positif Covid-19 Baru

Regional
Ayah yang Bunuh 2 Anaknya dan Sembunyi di Pohon Kelapa Terancam Hukuman Mati

Ayah yang Bunuh 2 Anaknya dan Sembunyi di Pohon Kelapa Terancam Hukuman Mati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X