Video Pasien Ditandu ke Puskesmas Viral, Ini Penjelasan Bupati Pandeglang

Kompas.com - 04/03/2019, 12:58 WIB
Masyarakat dan pejabat setempat melakukan perbaikan jalan menuju Puskesmas Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang. Kondisi jalan yang menghubungkan Pasirlancar dan Sindangresmi tersebut rusak hingga sulit dilalui kendaraan. Dok Bupati Irna NarulitaMasyarakat dan pejabat setempat melakukan perbaikan jalan menuju Puskesmas Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang. Kondisi jalan yang menghubungkan Pasirlancar dan Sindangresmi tersebut rusak hingga sulit dilalui kendaraan.

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Sebuah video seorang warga yang sakit ditandu menuju puskesmas di Kabupaten Pandeglang, Banten, viral di media sosial. 

Video itu menyebutkan seorang warga bernama Abah Tolib (67) ditandu ke Puskesmas Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Video itu diunggah dalam Twitter pribadi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak, Sabtu (2/3/2019).

Dalam cuitannya, Dahnil menyebut bahwa Tolib ditandu menuju Puskesmas Sindangresmi sejauh 3 kilometer. Tampak jalan yang dilalui warga rusak parah.

Belakangan diketahui jalan itu adalah ruas jalan di Desa Pasirlancar, Kabupaten Pandeglang.

 

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, jalan tersebut sebagian sudah diperbaiki oleh warga secara gotong-royong dengan pejabat setempat seperti camat Sindangresmi, muspika dan juga pihak dari puskesmas.

"Gotong-royong untuk pengerasan jalan Cibaregbeg menuju Pasirlancar sudah dilakukan," kata Bupati Irna Narulita kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (4/3/2019).

Irna mengatakan, jalan desa tersebut sebetulnya sudah dianggarkan untuk perbaikan. Namun masih belum siap dilaksanakan lantaran saat ini masih dalam proses lelang.

"Sudah dibahas tahun lalu dan sudah di-acc (disetujui) oleh pimpinan dan anggota DPRD November 2018, sekarang sedang proses lelang dan persiapan pekerjaannya," katanya.

Baca juga: Terlambat Berobat, Tiga Pasien DBD di Sikka Meninggal

Karena hal tersebut, Irna meminta warga Sindangresmi dan juga Pandeglang untuk bersabar. Lantaran pada tahun ini, kata dia, setiap desa akan dibangun jalan minimal 200 hingga 500 meter.

"Tidak bisa secara keseluruhan, fiskal kami terbatas, kami anggaran 600 miliar (rupiah) untuk semua sektor, dibangunnya skala prioritas," kata Irna.

Baca juga: Pasca-terbakar, RSSA Kota Malang Mulai Terima Rujukan Pasien Gawat Darurat

Terkini, Abah Tolib sudah dirujuk ke Puskesmas Munjul, Pandeglang, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut lantaran di Puskesmas Sindangresmi tidak memiliki fasilitas untuk rawat inap.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Regional
Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Regional
Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Regional
Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Regional
Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Regional
Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Regional
Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Regional
Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X