Terlambat Berobat, Tiga Pasien DBD di Sikka Meninggal

Kompas.com - 03/03/2019, 16:04 WIB
Ilustrasi demam berdarah kenary820/shutterstockIlustrasi demam berdarah

MAUMERE, KOMPAS.com-Jumlah penderita demam berdarah dengue ( DBD) di Kabupaten Sikka, Flores, NTT terus meningkat.

Penderita DBD, terhitung awal tahun 2019 sampai hari ini ada 125 orang. Tiga di antaranya meninggal dunia karena terlambat datang ke unit gawat darurat (UGD) rumah sakit.

"Tiga pasien ini datang ke UGD sudah terlambat dalam keadaan shock. Untuk panas demam berdarah biasanya 3 sampai 5 hari panas tinggi terus menerus, hari keempat panasnya turun, bukan berarti selesai. Bukan berarti mau sembuh. Justru itu akan masuk pressure. Ketika anak itu panas, segera berobat ke sarana kesehatan. Jangan pergi ke dukun," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria BS Nenu kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu (3/3/2019).


Baca juga: Menkes Sebut Kasus Demam Berdarah Sudah Menurun

Ia menjelaskan, demam berdarah sudah menyebar di 19 kecamatan di Kabupaten Sikka. Kasus paling tinggi terjadi di Kecamatan Alok, Alok Timur, Alok Barat, dan Kangae.

Tiga orang yang meninggal karena DBD berasal dari Kecamatan Ewokloang, Paga, dan Kecamatan Alok.

“Jadi tergantung dari masyarakat. Bagaimana responnya. Jangan orang meninggal baru begegas untuk membersihkan sarang nyamuk. Harapannya, kebersihan lingkungan, rumah yang bebas jentik itu harus menjadi budaya. Budaya hidup sehat. Selama belum mejadi budaya, tidak mungkin kita mengharapkan orang lain datang membersihkan rumah kita. Kesehatan itu adalah tanggung jawab kita semua. Memnjaga kesehatan adalah tugas kita maing-masing,” jelasnya. 

Ia menambahkan, para tenaga kesehatan, pemerintah melakukan komunikasi, edukasi, dan informasi. Akan tetapi, tugas membersihkan rumah adalah tugas pemilik rumah itu sendiri.

“Harapannya, masyarakat Kabupaten Sikka, mari kita menyadari bahwa demam berdarah ini sangat berbahaya, mari kita jaga anak-anak kita, orang rumah kita agar terhindar dari penyakit demam berdarah apalagi sampai menimbulkan kematian. Jadi lebih baik mecegah daripada mengobati,” tambah Maria.

Kompas TV Sebanyak 20 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat terjadi di Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Dua di antaranya meninggal dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Serahkan Lebih dari 2.000 Sertifikat Tanah bagi Masyarakat Aceh

Jokowi Serahkan Lebih dari 2.000 Sertifikat Tanah bagi Masyarakat Aceh

Regional
Soal Susur Sungai dan Faktor Cuaca, Mahfud MD: Jangan Berspekulasi

Soal Susur Sungai dan Faktor Cuaca, Mahfud MD: Jangan Berspekulasi

Regional
Kronologi Pasutri di Riau Bunuh Seorang Nenek karena Kesal Ditagih Utang Rp 200.000

Kronologi Pasutri di Riau Bunuh Seorang Nenek karena Kesal Ditagih Utang Rp 200.000

Regional
Mahfud MD Minta Sekolah Awasi Ketat Kegiatan Ekstrakurikuler

Mahfud MD Minta Sekolah Awasi Ketat Kegiatan Ekstrakurikuler

Regional
Datangi Korban, Mahfud MD Sampaikan Dukacita Pemerintah atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Datangi Korban, Mahfud MD Sampaikan Dukacita Pemerintah atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Regional
Mengaku Bisa Gandakan Uang hingga Rp 20 Miliar, Dukun di Bali Diamankan Polisi

Mengaku Bisa Gandakan Uang hingga Rp 20 Miliar, Dukun di Bali Diamankan Polisi

Regional
Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Basarnas Yogyakarta Ralat Jumlah Korban Tewas Susur Sungai di Sleman

Basarnas Yogyakarta Ralat Jumlah Korban Tewas Susur Sungai di Sleman

Regional
Cerita Bakir Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Teriak Jangan Panik hingga Lempar Akar, 6 Siswa Berhasil Diselamatkan

Cerita Bakir Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Teriak Jangan Panik hingga Lempar Akar, 6 Siswa Berhasil Diselamatkan

Regional
Universitas Andalas Siapkan 1.500 Mahasiswa untuk Kampus Merdeka

Universitas Andalas Siapkan 1.500 Mahasiswa untuk Kampus Merdeka

Regional
Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Regional
2 Tahun Jadi Buronan, Pencuri Oil Boom Pertamina Ditangkap Saat Mabuk

2 Tahun Jadi Buronan, Pencuri Oil Boom Pertamina Ditangkap Saat Mabuk

Regional
Ini Alasan Seorang Istri di Sumbar Bunuh Suami dengan Pisau Dapur

Ini Alasan Seorang Istri di Sumbar Bunuh Suami dengan Pisau Dapur

Regional
Kepala SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tak Mengetahui Adanya Program Susur Sungai Kemarin, Mereka Tidak Laporan

Kepala SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tak Mengetahui Adanya Program Susur Sungai Kemarin, Mereka Tidak Laporan

Regional
Minibus Terguling di Tanjakan hingga Menabrak Rumah

Minibus Terguling di Tanjakan hingga Menabrak Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X