Iriana Jokowi Ajak Ibu-ibu Tak Pakai Kantong Plastik Saat Berbelanja

Kompas.com - 20/02/2019, 16:19 WIB
Ibu negara Iriana Joko Widodo berdialog dengan ratusan ibu-ibu dari ebrbagai komunitas dalam acara sosialisasi inspeksi visual asam asetat (IVA Tes) di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (20/2/2019). Dalam kegiatan itu, Iriana juga ikut menanam pohon di sekitar Tribun Lapngan Merdeka KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYIbu negara Iriana Joko Widodo berdialog dengan ratusan ibu-ibu dari ebrbagai komunitas dalam acara sosialisasi inspeksi visual asam asetat (IVA Tes) di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (20/2/2019). Dalam kegiatan itu, Iriana juga ikut menanam pohon di sekitar Tribun Lapngan Merdeka


AMBON,KOMPAS.com- Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak ibu-ibu dan para wanita di Ambon untuk tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja di pasar.

Ajakan itu disampaikan Iriana saat berdialog dengan sekitar 500 perempuan dari berbagai komunitas termasuk ibu-ibu penyapu jalan dalam acara sosialisasi bertema "Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara" di Tribun Lapangan Merdeka, Rabu (20/2/2019).

Dalam kegiatan itu, Iriana bersama rombongan OASE Kabinet Kerja yang merupakan para istri dari sejumlah menteri kabinet kerja saat ini juga ikut membagikan tas ramah lingkungan kepada ratusan ibu-ibu tersebut.

“Kalau ke pasar tidak usah lagi memakai tas keresek, nanti diganti saja dengan tas ini nanti dapat semua,” kata Iriana saat berdialog dengan para ibu-ibu tersebut.

Baca juga: Iriana: Jangan Buang Sampah Sembarangan Apalagi Sampah Plastik

Iriana menjelaskan, sampah plastik, termasuk sedotan, sangat berbahaya bagi lingkungan sehingga harus dihindari penggunaannya.

”Sedotan plastik juga harus dihindari dan sekarang bisa memakai sedotan dari bambu,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, salah seorang ibu penyapu jalan sempat mengacungkan jari dan bertanya kepada Iriana.

"Dari tadi kami mendengarkan arahan untuk tidak boleh menggunakan kantong plastik. Lalu bagaimana kalau kita membeli ikan di pasar? Mau dimasukkan di mana?,"tanya ibu tersebut.

Saat itu Ratnawati Jonan, istri dari Menhub Ignasius Jonan pun bingung menjawabnya.

"Kalau begitu minta penjual pakai tali saja lalu diikat," jawab Ratnawati.

Sambil mengerakkan tangannya, ibu penyapu jalan yang bertanya itu menjawab di Ambon tidak menggunakan tali. Jawaban itu membuat para anggota OASE makin bingung.

"Kalau memang belum ada tas ramah lingkungan, minimal dikurangi penggunaan kantong plastik,"ujar Ratnawati. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Pulau Komodo Berubah Jadi Pulau Mang Dodo

Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Pulau Komodo Berubah Jadi Pulau Mang Dodo

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Regional
Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Regional
Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang 'Maaf', Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang "Maaf", Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Regional
Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Regional
Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Regional
Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Regional
Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Regional
Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X