Jalan Rusak, Kendaraan Bantuan Logistik Longsor Mamuju Sulit Capai Lokasi

Kompas.com - 18/02/2019, 11:58 WIB
Mobil rombongan bantuan bencana tanah longsor dan banjir di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat terjebak kubangan lumpur saat menuju lokasi bencana. Bantuan logistik yang harusnya diserahkan pagi hari baru sampai di lokasi menjelang malam hari, Minggu (17/2/2019). handoutMobil rombongan bantuan bencana tanah longsor dan banjir di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat terjebak kubangan lumpur saat menuju lokasi bencana. Bantuan logistik yang harusnya diserahkan pagi hari baru sampai di lokasi menjelang malam hari, Minggu (17/2/2019).

MAMUJU TENGAH, KOMPAS.COM – Rombongan mobil yang mengangkut logistik bantuan bencana tanah longsor dan banjir di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat kesulitan mencapai titik lokasi karena akses jalan yang rusak.

Sejumlah kendaraan terjebak kubangan lumpur. Belasan mobil tersebut terjebak selama berjam-jam.

Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni mengatakan, penyaluran bantuan darurat tidak bisa dijangkau lebih cepat karena kendala akses jalan. Namun, kata Aras, hari ini alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan titik longsir di sejumlah lokasi termasuk di Desa Sejati agar akses jalan yang terputus bisa terhubung kembali.

“Bantuan darurat termasuk alat berat hari ini sudah kita kerahkan. Mudah-mudahan bisa bekerja secepatnya membuka akses jalan yang terputus agar tidak lagi menghambat aktivitas dan perekonomian warga,” ujar Aras, Senin (18/2/2019).

Baca juga: Longsor di Wilayah Sulawesi Barat Ini Sebabkan 4 Dusun Terisolir dan 2 Rumah Tertimbun

Karena sulitnya medan yang dilalui, jarak tempuh perjalanan sejauh 30 kilometer yang harusnya bisa dicapai satu jam, harus ditempuh dalam waktu berjam-jam.

Tak hanya mobil angkutan logistik, mobil milik Kapolsek Tobadak yang ikut mengawal bantuan logistik juga ikut terjebak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agar mobil pembawa bantuan logistik yang membawa beras, makanan instan, minyak goreng dan pakaian untuk para korban bencana ini bisa bergerak lebih mudah, penumpang mobil  bergotong royong membersihkan material kubangan lumpur atau gundukan jalan yang bisa mengganjal atau menghambat laju kendaraan.

Baca juga: Cerita Rahman Lolos dari Maut: Lari saat Bebatuan Longsor Menghujani Atap Rumah

Sebelunya diberitakan dua rumah warga di Desa Sejati, Kecamatan Tobadak hancur tertimbun longsor yang terjadi pada Jumat (15/2/2019). 

Longsor yang terjadi di desa tersebut membuat warga desa terisolasi karena akses jalan yang terputus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.