Kompas.com - 17/02/2019, 17:39 WIB
Polisi Resort Bengkulu Utara menggelar konfrensi pers terkait perkara OTT kepala desa peras pengusaha tambang, Sabtu (16/2/2019) KOMPAS.COM/FIRMANSYAHPolisi Resort Bengkulu Utara menggelar konfrensi pers terkait perkara OTT kepala desa peras pengusaha tambang, Sabtu (16/2/2019)


BENGKULU, KOMPAS.com - Polisi Resor Bengkulu Utara melakukan operasi tangkap tangan terhadap salah seorang kepala desa inisial AM, karena diduga memeras seorang pengusaha tambang batubara, Sabtu (16/2/2019).

Wakapolres Bengkulu Utara, Kompol Erwin melalui Kasat Reskrim AKP Jufri membenarkan Kepala Desa Tanjung Alai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara berinisial AM, diringkus saat menerima uang Rp 10 juta.

"Pelaku diringkus di kediamannya," kata Jufri, Minggu (17/2/2019).

Kronologis kejadian menurut dia bermula pada Desember 2018 saat pelaku sebagai kepala desa mengirimkan surat permohonan kerja sama pada perusahaan tambang batubara dengan 16 poin permintaan kesepakatan kerja sama.

Baca juga: OTT Bupati Mesuji, Uang Miliaran Dititipkan di Toko Ban hingga Ditahan KPK

Septa Rianto, selaku kuasa direktur perusahaan menemui pelaku bermaksud membahas permohonan kerja sama tersebut dan meminta tanda tangan dokumen berupa pembebasan lahan.

"Tetapi, pelaku tidak mau menandatangani dokumen tersebut dengan alasan bahwa pihak perusahaan tidak ada melibatkan pihak desa, dan pelaku bersedia menandatangani dokumen pembebasan lahan tersebut dengan syarat perusahaan mau memberikan sejumlah uang Rp150 juta, tetapi Septa tidak menyangupi permintaan pelaku," kata Jufri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, pelaku meminta uang sebesar 4 persen atas semua penjualan lahan di Desa Tanjung Alai yang dibeli perusahaan, tetapi perusahaan juga tidak menyanggupi hal tersebut.

Pada Januari 2019, pelaku menghubungi Septa untuk mengirimkan sejumlah uang dengan alasan bila tidak dikirimkan uang tersebut, maka aktivitas perusahaan akan ditutup.

Pada tanggal 15 Januari 2019, perusahaan mengirimkan uang sebesar Rp 15 juta, tanggal 2 Februari 2019 mengirimkan uang sebesar kembali Rp 2 juta, dan tanggal 14 Februari 2019 sebesar Rp 1,5 juta.

Setelah memberikan sejumlah uang tersebut, Septa kembali membawa dokumen pembebasan lahan tersebut kepada pelaku untuk meminta tanda tangan.

Baca juga: Profil Bupati Mesuji Khamami: Pengusaha Pupuk yang 2 Kali Menang Pilkada hingga Kena OTT KPK

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X