Caleg Kembar Ricco-Riccy Antar Budaya, Restu Mama hingga Alasan Pilih Demokrat (2)

Kompas.com - 12/02/2019, 19:24 WIB
Ricco (baju hitam) dan Riccy saudara kembar yang sama-sama maju menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat di Kabupaten BanyuwangiKOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Ricco (baju hitam) dan Riccy saudara kembar yang sama-sama maju menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat di Kabupaten Banyuwangi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Ricco Antar Budaya (28) dan Riccy Antar Budaya (28), saudara kembar asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengantongi restu orangtua untuk bersaing untuk menjadi calon legislatif untuk DPRD Kabupaten Banyuwangi melalui Partai Demokrat.

Ricco maju dari dapil 1 dengan nomor urut 7, sedangkan Riccy maju menjadi caleg di dapil 3 dengan nomor urut 1.

Riccy menegaskan bahwa politik bagi anak muda bukan sesuatu yang harus ditakuti. Pilihannya untuk maju sebagai calon legislatif adalah pilihannya sendiri dengan dukungan keluarga.

"Mama mendukung sekali," kata Riccy saat ditemui Kompas.com, Jumat (1/2/2019).

Baca juga: Caleg Kembar asal Banyuwangi Ricco-Riccy Antar Budaya, Wajah Mirip Bikin Bingung Warga (1)

Ida Ayu Kade (53), ibu dari Ricco dan Riccy, membenarkannya.

Kade mengatakan bahwa dia membebaskan anak-anaknya untuk menentukan pilihan masa depannya, termasuk pilihan politik.

Dia pun mengaku terus mendukung apapun yang anak-anaknya lakukan, asalkan positif.

"Politik itu ada di semua lini bukan hanya di negara, bahkan di rumah tangga juga ada politik. Jadi saya enggak masalah, malah saya bangga dengan pilihan mereka karena tidak banyak anak muda yang memilih jalur politik," tuturnya pada kesempatan yang sama.

Baca juga: Memiliki Nama Dollar, Caleg asal Sulsel Ini Mengaku Mudah Diingat

Ricco dan Riccy menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA di Banyuwangi, lalu melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Mereka juga menyelesaikan S-2 di kota yang sama.

Mereka berdua lalu bekerja di sektor perbankan hingga kemudian menjadi notaris di kantor yang sama dan memutuskan maju bersama-sama menjadi calon legislatif di Kabupaten Banyuwangi.

"Sejak kecil, kami selalu bersama bahkan kerja juga bareng. Saat menjadi notaris, kami berdua di Malang, baru 3 bulan terakhir ini 'bedol desa' ke Banyuwangi untuk fokus pada kampanye. Saya di dapil satu dan Riccy di dapil 3, " tutur Ricco.

Alasan pilih Demokrat

Soal pilihan mereka berdua terhadap Partai Demokrat, Riccy blak-blakan mengungkapkannya.

"Jika ditanya mengapa memilih Partai Demokrat karena sampai saat ini saya merasa cocok dengan struktur kepemimpinan, visi dan misi dari Partai Demokrat," ujar Riccy.

Baca juga: Caleg Bobot Maksimum Juga Punya Adik Bernama Unik, Lulus Ujian Dari dan Bibit Milenium (2)

Selama di Banyuwangi, Ricco dan Riccy rutin berkunjung ke masyarakat untuk bersosialisasi, termasuk mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara melakukan pemilihan saat di bilik TPS.

Bahkan mereka juga mengajarkan bagaimana menyoblos dan melipat kartu kepada masyarakat karena kartu yang dipilih pada pemilu April 2019 lebih dari satu kartu.

"Masih banyak orang yang belum paham bagaimana tata cara menyoblos. Dan untuk segmentasi pemilih bukan hanya pemilih pemula, tapi semuanya, mau ibu-ibu, anak muda, orang tua" kata Ricco.

Ricco mengaku banyak pelajaran yang diperolehnya saat bertemu dengan masyarakat secara langsung. Menurut dia, ternyata tidak sedikit masyarakat yang sebenarnya ingin mengenal secara langsung para calon legislatif yang hendak dipilihnya, bukan hanya melihat dari baliho yang dipasang di sepanjang jalan.

"Saya menyiapkan seribu alat peraga kampanye mulai dari kalender, baliho, stiker, dan kaus tapi yang terpenting adalah menemui mereka secara langsung, berdialog dan komunikasi apa yang mereka butuhkan," ungkap Ricco.

Baca juga: Kisah Anggiasari, Caleg Penyandang Disabilitas yang Berjuang Lewat Politik

Sementara itu, Hasyim Wahid, Anggota Bawaslu Banyuwangin menuturkan bahwa kehadiran caleg kembar di Banyuwangi adalah fenomena yang unik dan baru pertama kalinya.

Dia mengaku, Bawaslu kerap menerima pertanyaan dari warga terkait pemasangan alat peraga kampanye caleg berwajah sama tetapi ada di dua dapil berbeda.

"Jika tidak jeli ya dikira orang satu apalagi nama belakangnya sama persis dan wajahnya mirip. Beberapa kali ada yang tanya dan kami jelaskan jika caleg atas nama Ricco Antar Budaya dan Riccy Antar Budaya adalah caleg yang kembar," tuturnya saat dihubungi Kompas.com.

 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Internasional
Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Regional
Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Internasional
Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Megapolitan
Pejabat  yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Pejabat yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Regional
Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Nasional
Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Megapolitan
Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Internasional
Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Regional
Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Megapolitan
Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Megapolitan
Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Regional
Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Nasional
Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Regional
Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Internasional

Close Ads X