Status Tanggap Darurat Gunung Karangetang Bakal Diperpanjang 7 Hari

Kompas.com - 12/02/2019, 14:17 WIB
Guguran lava Gunung Karangetang tampak menghanguskan sejumlah pepohonan yang dilintasinya.Dokumen Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang Guguran lava Gunung Karangetang tampak menghanguskan sejumlah pepohonan yang dilintasinya.

MANADO, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bakal memperpanjang status tanggap darurat Gunung Karangetang selama tujuh hari.

Kepala Pelaksana BPBD Sitaro Bob Wuaten mengatakan, saat ini kondisi Gunung Karangetang masih aktif.

"Penetapan status tanggap darurat waktu lalu, sejak tanggal 6-12 Februari 2019. Jadi hari ini habis. Makanya kami melakukan rapat evaluasi apakah ini dilanjutkan atau dihentikan. Tapi kelihatan mungkin akan dilanjutkan. Karena masih banyak hal yang masih perlu diurus dan perlu waktu cepat," ujarnya saat dihubungi Kompas.com via telepon, Selasa (12/2/2019).


"Kemungkinan akan diperpanjang. Paling tidak tujuh hari diperpanjang," tambah Bob.

Lanjut dia, dampak abu vulkanik saat ini ke arah barat daya.

"Karena angin dari arah utara timur laut. Namun, pemerintah daerah (Pemda) sudah menyediakan masker di setiap kantor kecamatan," katanya.

Baca juga: Letusan Gunung Karangetang, 227 Warga Mengungsi

"Kalau ada aktivitas abu, masker langsung dibagikan. Untuk itu, kami mengimbau kepada warga, kalau memang berabu agar tidak beraktivitas di luar rumah. Tapi kalau terpaksa keluar harus pakai masker," imbau Bob.

Ia menambahkan, ada empat wilayah kecamatan yang berstatus tanggap darurat.

"Di antaranya, Kecamatan Siau Barat Utara, Siau Barat, Siau Tengah, dan Siau Timur. Kami masih terus mempertimbangkan. Bisa jadi status tanggap darurat satu daerah. Artinya, satu Pulau Siau. Karena saat ini penaganan tidak hanya di empat wilayah itu," jelas Bob.

Terkait jumlah pengungsi, tutur Bob, masih sama.

"Hanya fluktuatif, dari satu lokasi ke lokasi lain," jelasnya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang Fredianto Anthon Richard Korompis mengatakan, pukul 06.00-12.00 Wita, Gunung Karangetang berstatus siaga.

"Secara visual, gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah," katanya seperti dikutip dari rilis tertulis, Selasa siang.

"Kawah dua mengeluarkan asap putih sedang hingga tebal tinggi lebih kurang 50-100 meter. Sedangkan, kawah utama mengeluarkan asap putih kebiruan menyebar ke tubuh gunung bagian selatan. Tingkat aktivitas Gunung Karangetang level III atau siaga," ujarnya.




Close Ads X