Kasus DBD di Kabupaten Sikka NTT Meningkat, Warga Diimbau Jaga Kebersihan

Kompas.com - 05/02/2019, 11:49 WIB
Ilustrasi demam berdarahkenary820/shutterstock Ilustrasi demam berdarah

MAUMERE, KOMPAS.com - Penyakit demam berdarah dengue ( DBD) di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur ( NTT) dari awal tahun 2019 hingga saat ini mengalami peningkatan.

Baca juga: Cegah DBD, Wali Kota Semarang Minta Warganya Jangan Hanya Andalkan Fogging

Hingga kini, penyakit DBD di Kabupaten Sikka mencapai 70 kasus.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego mengatakan, pemerintah bersama stakeholders lainnya harus melakukan upaya pencegahan atau tindakan kuratif dalam mencegah DBD.

"Kami sudah keluarkan instrusi agar semua stakeholders melakukan upaya-upaya pencegahan dini. Di seluruh instansi kami sudah lakukan sistem peringatan dini. Kepada seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara), camat, lurah, dan kepala desa agar selalu senantiasa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing," jelas Roberto kepada wartawan, Senin (4/2/2019).

"Harapannya, kasus DBD ini tidak bertambah dari waktu ke waktu. Mari kita sama-sama cegah DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar," tambah Roberto.

Kasus DBD di Kabupaten Sikka mencapai 70 kasus dari Januari hingga awal Februari 2019. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria BS Nenu menjelaskan, pada bulan Januari didapati 65 kasus DBD dan pada awal Februari sudah ada 5 kasus DBD lainnya. 

Baca juga: Penderita DBD di NTT Bertambah Menjadi 1.563 Orang

Maria memastikan, dari ke-70 kasus DBD dari awal tahun, belum ada pasien yang meninggal dunia. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X