BPBD: 78 Orang Tewas dan 3 Hilang akibat Banjir dan Longsor di Sulsel

Kompas.com - 30/01/2019, 14:33 WIB
Suasana pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa, (29/1/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQSuasana pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa, (29/1/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang terjadi di Sulawesi Selatan, sampai dengan Rabu (30/1/2019), mencapai 78 orang.

Selain itu, 3 orang masih hilang dalam bencana yang terjadi pada Selasa (22/1/2019) itu. 

Jumlah korban itu merupakan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel), dari 14 daerah di Sulsel.

Daerah terbanyak korban meninggal yakni di Kabupaten Gowa, sebanyak 53 orang dan 25 orang lainnya terbagi di 13 daerah lainnya di Sulsel.

Baca juga: Korban Bencana Gowa Bertambah, Ada yang Meninggal di Pengungsian dan Rumah Sakit

"Total korban tercatat hingga sekarang, Rabu (30/1/2019), sebanyak 78 orang meninggal dunia akibat bencana ini. 3 orang lagi masih dinyatakan hilang yakni korban banjir di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto," kata Kepala BPBD Provinsi Sulsel, Syamsibar.

Syamsibar mengungkapkan, 14 daerah yang terdampak bencana banjir itu yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Selayar, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Tana Toraja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“14 Daerah yang itu semua terdampak banjir, namun yang disertai tanah longsor hanya terjadi di Kabupaten Gowa," ujar dia.

Hingga hari kedelapan usai bencana, masih ada 9.429 jiwa yang mengungsi. Sementara, jumah rumah yang terendam sebanyak 22.156 unit, hanyut 33 unit, dan tertimbun 5 unit.

Baca juga: Anjing Pelacak K9 Dievakuasi Akibat Kelelahan di Lokasi Longsor Gowa

 

Tempat ibadah yang rusak 12 unit, fasilitas pemerintah 8 unit, pasar 2, sekolah 70 unit, jembatan yang rusak 34, panjang jalan yang rusak 15.785 meter.

Kemudian, tambak yang rusak ada 183.394 hektare serta sawah 10.833 hektare.

Syamsibar menaksir kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sulsel sekitar Rp 125.808.127.500.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.