Napi Teroris Poso, Chandra Jaya, Resmi Bebas dari Penjara

Kompas.com - 29/01/2019, 12:10 WIB
Setelah menjalani masa tahanan selama tiga tahun, seorang napi teroris asal Poso, Sulawesi Tengah, Chandra Jaya alias Abu Yasin (tiga dari kanan) resmi dibebaskan dari Lapas Polewali Mandar, Selasa (29/1/2019). KOMPAS.Com/ JUNAEDISetelah menjalani masa tahanan selama tiga tahun, seorang napi teroris asal Poso, Sulawesi Tengah, Chandra Jaya alias Abu Yasin (tiga dari kanan) resmi dibebaskan dari Lapas Polewali Mandar, Selasa (29/1/2019).

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Seorang napi teroris, Chandra Jaya alias Abu Yasin, dinyatakan bebas murni setelah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) kelas IIB, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (28/1/2019). Chandra dijemput istri dan sejumlah keluarga di lapas.

Penyerahan napi teroris ini disaksikan oleh aparat kepolisian, perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN), dan petugas lapas.

Usai menandatangani berkas adminstrasi, Chandra kemudian berpamitan kepada petugas dan penghuni lapas.

Chandra kemudian pulang diantar oleh petugas dari kepolisian dan lapas hingga ke kampung halamannya di Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulsel.


Chandra mengatakan, setelah bebas ia akan melanjutkan usahanya yang sempat terbengkalai dan akan fokus kepada keluarga, karena anak-anaknya kurang mendapat kasih sayang dan perhatian selama dirinya dipenjara.

"Saya akan kembali dulu ke rumah orangtua di Belopa, baru ke Jakarta. Jadi secara pribadi selama saya di sini, saya tidak mendapatkan hal atau ajaran yang negatif. Banyak hal positif saya dapatkan selama di sini," katanya.

Baca juga: Polisi Pastikan Tak Ada Penurunan Bendera Merah Putih Saat Pengibaran Bendera Ormas di Poso

Selama di Lapas, Chandra mengaku banyak mendapat pelajaran, bimbingan dan pembinaan Islam yang dilakukan secara kekeluargaan. Chandra berpesan semua teman satu bloknya agar tetap sabar, istikomah dan ikhlas menjani masa hukuman.

"Seperti saya ini yang telah menjalani masa hukuman, luangkan waktu untuk memperbanyak ibadah, semoga masa hukuman yang kita jalani tidak terasa," pesan Chandra sambil bergegas naik ke mobil.

Tolak remisi

Kepala Lapas kelas II B Polman, Hartoyo, mengatakan, Chandra murni menjalani masa hukuman selama 3 tahun di Lapas Kelas IIB Polewali Mandar karena yang bersangkutan tidak mendapatkan remisi.

"Chandra tidak mendapat remisi karena yang bersangkutan menolak penandatanganan pemberian remisi," katanya.

Istri Chandra, Julia Andira yang menjemput suaminya di Lapas Kelas II B Polewali Mandar mengatakan, setelah tiba di kampung halamannya, ia bersama keluarga akan melanjutkan usaha butik dan baju muslim yang sempat mandek sejak suaminya ditahan.

"Saya akan fokus kembali ke usaha kami. Ke depannnya saya akan serahkan kepada suami saya," kata wanita bercadar ini.

Chandra merupakan terpidana kasus teroris yang divonis penjara 3 tahun oleh Hakim PN Jakarta Timur pada tahun 2016 dengan nomor putusan Nomor 575/Pid. SUS/2016/PN.Jkt.Tim

Sebumnya, ia ditahan di Mako Brimob pada tanggal 29 Januari 2016 hingga 27 Juli 2017. Ia telah menjalani masa hukuman di Mako Brimob selama 1 tahun 6 bulan.

Kemudian pada 28 Juli 2017, Chandra dipindahkan dari Mako Brimob ke Lapas Kelas II B Polewali Mandar dengan alasan lebuh dekat dengan keluarga dan kampung halamannya.

Chandra Jaya alias Abu Yasin alias Abinya Yasin lahir di Larompong tanggal 31 Agustus 1984. Sesuai data KTP, ia beralamat di Dusun Wonosari Timur, Desa Kamanre, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulsel.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Empat Petani yang Diduga Terlibat Jaringan Teroris Poso

Pria berusia 31 Tahun ini pernah terlibat dalam jaringan Santoso di Poso, Sulteng.

Sebelumnya, Lapas Kelas IIB Polman telah menerima dua orang terpidana kasus terorisme. Sebelumnya, pada tahun 2016 lalu seorang napi teroris atas nama Rudi Haruna Rasyid alias Rudal (41) juga telah dipindahkan dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Polman dalam kasus yang sama.

Saat ini, napi teroris tersebut masih menjalani hukuman di lapas kelas II B Polewali dan akan bebas pada tahun 2021.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X