Kapal Nelayan Karam di Muara Digoel Papua, 4 ABK Tewas dan 9 Hilang

Kompas.com - 27/01/2019, 21:37 WIB
Potensi SAR saat mengevakuasi satu jenazah korban KMN Lang 01 yang tenggelam di muara Sungai Digoel, Minggu (27/1/2019) KOMPAS.com/IstimewaPotensi SAR saat mengevakuasi satu jenazah korban KMN Lang 01 yang tenggelam di muara Sungai Digoel, Minggu (27/1/2019)

TIMIKA, KOMPAS.com - Kapal Motor Nelayan (KMN) Lang 01 berkapasitas 71 GT tenggelam di muara sungai Digoel, Papua. Akibatnya, 4 anak buah kapal (ABK) meninggal dunia dan 9 lainnya hilang.

Juru bicara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Merauke, Darmawan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Minggu (27/1/2019) menjelaskan, musibah itu dilaporkan Edi Bau selaku perwakilan agen kapal pada Sabtu (26/1/2019).

Berdasarkan keterangan Edi, kapal yang mengangkut 13 ABK itu tenggelam di muara sungai Digoel pada koordinat 07°20’44’’ S – 138°23’52’’ E, setelah mendapat terjangan ombak yang cukup tinggi pada Kamis (24/1/2019).

"Kapal dengan kapasitas 71 GT itu di awaki 13 orang ABK yang semuanya menjadi korban," kata Darmawan.

Akibat musibah itu, 4 ABK ditemukan meninggal dunia, termasuk nakhoda kapal, dan 9 lainnya hilang.

Baca juga: 23 Kru Kapal Ikan yang Terbakar di Laut Halmahera Berhasil Dievakuasi

Satu korban meninggal dunia ditemukan pertama kali oleh KMN Sempurna 03 yang saat itu berada di lokasi kejadian pada Jumat (25/1/2019) sekitar pukul 22.00 WIT.

Keesokan harinya, Sabtu (26/1/2019), tiga korban kembali ditemukan. Dua korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIT, dan satu korban pukul 09.11 WIT.

"Keempat korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian," ujar Darmawan.

Pihak SAR Merauke telah berkoordinasi dengan potensi SAR lainnya untuk membantu pencarian para korban seperti Lantamal XI, Dan Pos AL Wanam, Satrol Lantamal XI, Satpolair Merauke, PT Arafura Lines, kantor Kementrian Perikanan, SROP Merauke serta kapal-kapal nelayan yang sedang berlayar di perairan Arafuru.

"Upaya pencarian telah dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Wanam oleh personel Satpolair dan Pos AL Wanam serta beberapa kapal nelayan yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian," pungka dia.

Adapun 4 korban meninggal dunia yaitu Tjung Meng (nakhoda), Herman (kelasi), Naseran (kelasi), dan Mohammad Imam Jumali (kelasi).

Baca juga: 2 Korban Kapal Pengangkut Semen yang Tenggelam Ditemukan Selamat, 1 Masih Dicari

Sedangkan 9 korban yang hilang, yaitu Jemi Yanto (kepala kamar mesin), Arifudin (kelasi), Abu Bakar (kelasi), Jai (kelasi), Sidik (kelasi), Hasnuddin (kelasi), Sulem (kelasi), Mulyono (kelasi), dan Kamdan Pratama (kelasi).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Regional
Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Regional
Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Regional
Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Regional
Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Regional
Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Regional
Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Regional
Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Regional
Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

Regional
Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Regional
Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Regional
Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X