PKL Pasar Sumedang: 5 Hari Jualan Hanya Dapat Rp 8.000

Kompas.com - 24/01/2019, 17:41 WIB
Ratusan PKL Jalan Tampomas kembali berjualan di lokasi tersebut. Sebelumnya, Pemkab Sumedang telah membongkar lapak dan merelokasi PKL ke lantai 3 Pasar Sandang Sumedang. KOMPAS.com/AAM AMINULLAHRatusan PKL Jalan Tampomas kembali berjualan di lokasi tersebut. Sebelumnya, Pemkab Sumedang telah membongkar lapak dan merelokasi PKL ke lantai 3 Pasar Sandang Sumedang.

"Harapannya ya kami ingin tetap jualan di sini. Kalau tidak boleh,pemerintah cari solusi tapi jangan dipindah lagi ke lantai 3 karena sepi pembeli," harapnya.

Ketua Himpunan Warga Pasar Sandang Sumedang Asep Rohmat Hidayat membenarkan sepinya kondisi berjualan di lantai 3 Pasar Sandang Sumedang.

"Kondisinya, kami yang direlokasi ke lantai 3 sepi pembeli. Bahkan, tidak ada sama sekali pembeli. Bisa dibayangkan, dalam 5 hari, omzet kami hanya Rp 5.000 sampai puluhan ribu saja," tuturnya.

Asep menuturkan, para PKL tidak meninginkan hal yang muluk. Mereka hanya ingin tetap berjualan.

"Dan, tentunya jualan kami itu laku, sehingga kami bisa membiayai hidup kami. Dinamakan pasar itu kan ketika ada penjual, ada pembeli. Di lantai 3 sepi sekali," ucapnya.

Baca juga: Chikungunya dan DBD Mewabah di Sumedang

Asep menambahkan, saat ini PKL Jalan Tampomas mencapai 300 orang.

"Harapan ke depan, kami minta pemerintah memberikan solusi permanen, jika harus direlokasi, direlokasi ke tempat yang sesuai," katanya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X