Bupati Trenggalek Emil Dardak Bantah Kabar Wakilnya Menghilang Akibat Tekanan Politik

Kompas.com - 23/01/2019, 05:26 WIB
Bupati Trenggalek, Emil Elistyanto Dardak. KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALBupati Trenggalek, Emil Elistyanto Dardak.

SURABAYA, KOMPAS.com - Bupati Trenggalek Emil Dardak membantah adanya rumor tekanan politik terhadap wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, yang membuatnya menghilang selama 10 hari dari Trenggalek.

"Kalau ada pertanyaan tentang tekanan politik, berarti Anda berprasangka buruk kepada Mas Arifin, masak karena tekanan politik saja sampai menghilang," katanya di Surabaya, Selasa (22/1/2019) malam.

Dia juga membantah telah berseteru soal nama wakil bupati Trenggalek yang bakal menggantikan posisi Arifin setelah pria yang akrab disapa Mas Ipin itu dilantik menjadi Bupati Trenggalek menggantikan posisinya.

"Saya tidak pernah membahas soal jabatan wakil bupati, coba tanya saja kepada Mas Arifin," jelasnya.

Baca juga: Wakil Bupati Trenggalek yang Menghilang Disebut Alami Tekanan Politik

Seperti diberitakan sebelumnya, menghilangnya Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin selama 10 hari menciptakan rumor bahwa dia menghilang akibat mengalami tekanan politik. Ketua PDI-P Trenggalek Doding Rahmadi termasuk pihak yang membenarkan rumor tersebut.

Kata Ketua PDI-P Trenggalek Doding Rahmadi, Arifin sedang mengalami tekanan politik. Namun dia menolak menjelaskan lebih jauh, tekanan politik seperti apa yang dimaksud.

"Di Trenggalek memang lagi ramai isu tekanan politik itu. Ada pihak yang memaksa Mas Ipin menyetujui sosok wabup dan sekda baru. Padahal, mungkin Mas Ipin kurang sreg dengan sosok-sosok itu," katanya.

Sementara itu secara terpisah, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan pihaknya sudah melayangkan teguran tertulis kepada Mochamad Nur Arifin, karena dia dianggap menyalahi aturan yang berlaku.

Baca juga: Wakil Bupati Trenggalek yang Menghilang Mendadak Muncul Dampingi Maruf Amin

Larangan tersebut yakni meninggalkan tugas bagi kepala daerah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Pasal 76 ayat (1) huruf j UU Pemda disebutkan bahwa kepala daerah dan wakilnya dilarang meninggalkan tugas dan wilayah kerja lebih dari 7 (tujuh) Hari berturut-turut atau tidak berturut-turut dalam waktu 1 (satu) bulan tanpa izin Menteri untuk gubernur dan wakil gubernur serta tanpa izin gubernur untuk bupati dan wakil bupati atau wali kota dan wakil wali kota. 

Mochamad Nur Arifin sendiri secara mengejutkan hadir di sebuah acara istighosah di Trenggalek pada Selasa (22/1/2019) mendampingi cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin.

Dalam pidato singkatnya di acara tersebut, ia meminta maaf ke masyarakat atas pelayanan pemkab Trenggalek. Serta, meminta masyarakat melihat ke media sosialnya terkait absennya selama beberapa hari. 

Baca juga: 5 Fakta Hilangnya Wabup Trenggalek, Mas Ipin Telah Seminggu Mangkir hingga Peringatan dari Kemendagri



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 6 Desember, Tarif Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya Naik

Mulai 6 Desember, Tarif Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya Naik

Regional
Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Regional
Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Regional
Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X