Kompas.com - 21/01/2019, 06:49 WIB
Kopi Joss atau minuman kopi dicampur arang membara saat disajikan di sebuah angkringan di kawasan Lapangan Merdeka Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (19/1/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURKopi Joss atau minuman kopi dicampur arang membara saat disajikan di sebuah angkringan di kawasan Lapangan Merdeka Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (19/1/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Seduhan kopi memang memiliki banyak varian. Salah satunya adalah seduhan kopi arang.

Seduhan kopi ini selain memiliki rasa khas juga diyakini sebagai penambah stamina kaum Adam.

"Kami menyebutnya Kopi Joss, minuman kopi dicampur arang yang masih membara," kata Aji, pramusaji angkringan di kawasan Lapangan Merdeka Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (19/1/2019) malam.

Dia menuturkan, racikan kopi dicampur arang rasanya lebih kalem dan nikmat. Rasa kopi yang pahit dengan sedikit gula semakin mengental setelah dicampur arang.

Dia pun dengan telaten menyajikan kopi tersebut pada setiap pemesan. Sajian kopinya sederhana. Kopi dicampur sedikit gula diseduh menggunakan air panas mendidih.

Baca juga: Pemprov Jabar Bagikan 2 Juta Benih Kopi Bersertifikat kepada Petani

Selanjutnya sepotong arang yang masih membara diambil dari tungku dan dimasukkan ke dalam gelas kopi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konon teknik menyajikan kopi tersebut berasal dari warisan leluhur raja-raja Jawa. Kompas.com berkesempatan mencoba "Kopi Joss" ini ditemani hidangan bakso bakar.

Kopi Joss rupanya telah dikenal para pelanggan angkringan asal Yogyakarta tersebut. Mereka langsung memesan Kopi Joss sembari memilih beragam menu yang tersedia.

"Biasanya kalau malam enaknya kopi joss, apalagi hujan. Rasanya hangat dan lebih wangi," kata Sleman, salah seorang pengunjung angkringan.

Tak banyak yang mengetahui bahwa racikan Kopi Joss atau kopi dicampur arang ini masih eksis hingga saat ini.

Baca juga: Mengenal Latimojong, Daerah Penghasil Kopi Tradisional dari Luwu

Namun untuk mendapatkannya, hanya di warung-warung tertentu semisal angkringan Jogja. Sehingga keberadaan kopi ini terbilang langka karena tidak semua warung menyediakannya.

Menariknya, penikmat kopi ini berasal dari berbagai kalangan usia. Mulai dari bapak-bapak, para mahasiswa serta remaja. Harga yang terbilang murah untuk standar anak kos-kosan membuat Kopi Joss selalu hadir sepanjang malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.