Pramuka hingga Emak-emak Kumpulkan Rp 174,7 Juta untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Kompas.com - 19/01/2019, 08:15 WIB
Pengelola berdiri di atas bekas bangunan penginapan yang luluh lantah akibat diterjang tsunami, di kawasan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Menurutnya setiap tahun penginapan tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang merayakan pergantian tahun.ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Pengelola berdiri di atas bekas bangunan penginapan yang luluh lantah akibat diterjang tsunami, di kawasan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Menurutnya setiap tahun penginapan tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang merayakan pergantian tahun.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Relawan Pramuka dan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung menghimpun uang tunai Rp 174,7 juta bagi korban tsunami Selat Sunda.

Kepala BPBD Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa mengatakan, seluruh uang yang dikumpulkan tersebut telah diterima untuk selanjutnya diserahkan bagi wilayah terdampak daerah Lampung.

"Relawan kita kan sudah ada sejak awal di Lampung. Nanti bantuan ini untuk keperluan apa saja yang dibutuhkan," kata Mikron, Jumat (18/1/2019).

Dia menuturkan, total bantuan yang diterima Rp 174,7 juta diantaranya berasal dari penggalangan Pramuka Rp 66 juta, Barisan Emak-Emak Militan Rp 15,6 juta, ASN Pemprov Rp 52,3 juta, Ikatan Karyawan Timah Rp 15 juta dan BEM FISIP UBB Rp 3 juta.

"Animo masyarakat untuk menggalang bantuan terbilang tinggi. Dari berbagai lapisan masyarakat. Ada juga yang terjun langsung ke lokasi memberi bantuan," ujarnya.

Donasi masyarakat untuk korban bencana, kata Mikron, tidak hanya untuk kejadian tsunami Selat Sunda.

Saat gempa Lombok, Pemprov Babel juga menggalang donasi untuk membangun mushola, instalasi air bersih serta beasiswa pendidikan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X